Kapal Swasta J7 Explorer Milik Haji Isam Viral karena Logo Kemhan, Ini Penjelasannya

Kapal Swasta J7 Explorer Milik Haji Isam Viral karena Logo Kemhan. foto: ist

Jakarta, Lini Indonesia – Kapal pesiar milik perusahaan swasta menjadi perhatian setelah foto kapal tersebut beredar di media sosial. Perhatian publik tertuju pada logo resmi Kementerian Pertahanan (Kemhan) yang terlihat terpasang di bagian lambung kapal.

Kapal tersebut diketahui bernama J7 Explorer dan merupakan milik Jhonlin Marine Transport, perusahaan yang dimiliki pengusaha asal Kalimantan Selatan, Andi Samsudin Arsyad atau Haji Isam.

Kemhan kemudian memberikan penjelasan mengenai penggunaan logo tersebut. Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan Brigadir Jenderal Rico Ricardo Sirait mengatakan kapal milik swasta itu digunakan untuk mendukung kegiatan pemerintah, terutama yang berkaitan dengan program strategis nasional di bidang ketahanan pangan.

“Pemanfaatannya diarahkan penuh untuk menyokong kerja besar negara dalam mewujudkan swasembada pangan,” kata Rico dalam keterangan tertulis, Sabtu (14/8/2026).

Menurut Rico, keberadaan logo Kemhan pada badan kapal dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa aktivitas operasional armada tersebut berada dalam otoritas dan penugasan pemerintah. Kapal itu dikerahkan untuk membantu kebutuhan operasional dan mobilisasi logistik dalam pelaksanaan program ketahanan pangan di sejumlah wilayah Indonesia.

Salah satu wilayah yang menjadi lokasi penggunaan J7 Explorer adalah Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Kapal tersebut dimanfaatkan untuk mendukung proyek pencetakan sawah dalam skala besar di kawasan tersebut.

Haji Isam membenarkan bahwa J7 Explorer merupakan kapal miliknya. Kapal dengan bobot 8.076 GT itu dibangun di Batam dan rampung pada 2022.

Dalam pelaksanaan proyek di Merauke, kapal tersebut kemudian difungsikan sebagai floating base camp atau pangkalan bergerak. Haji Isam mengatakan keberadaan kapal diperlukan karena kondisi geografis Papua Selatan serta keterbatasan infrastruktur darat di wilayah proyek.

J7 Explorer digunakan sebagai pusat koordinasi, tempat tinggal sementara bagi tenaga ahli, sekaligus menjadi salah satu titik pendukung rantai logistik selama pekerjaan berlangsung.

Besarnya skala proyek membuat mobilisasi peralatan dan tenaga kerja dilakukan dalam jumlah besar. Haji Isam menyebut sekitar 2.000 unit ekskavator didatangkan dari China untuk mendukung pekerjaan pencetakan sawah di Merauke.

Selain alat berat, tenaga profesional dari China, Jepang, dan sejumlah negara di Eropa juga dilibatkan dalam pekerjaan tersebut. Seluruh sumber daya itu dikerahkan untuk mendukung percepatan pencetakan sawah di kawasan Merauke.

Kemhan menyebut penggunaan armada tersebut tidak hanya dilakukan di Papua Selatan. Kapal juga digunakan untuk mendukung mobilisasi kebutuhan program ketahanan pangan di sejumlah wilayah lain, termasuk Kalimantan dan Sumatera.

Haji Isam mengatakan keterlibatan pihaknya dalam proyek tersebut merupakan bentuk dukungan swasta terhadap agenda pemerintah di bidang ketahanan pangan. Menurut dia, keterlibatan tersebut tidak semata-mata dilihat dari sisi bisnis, tetapi juga sebagai bagian dari upaya mendukung program pemerintah.

Ia berharap proyek pencetakan sawah di Merauke dapat membantu memperkuat ketersediaan pangan nasional sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat Papua melalui terbukanya lapangan pekerjaan baru.(*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *