Jakarta, Lini Indonesia – Dua unit handphone milik penumpang terbakar di dalam KRL yang berada di Stasiun Rawa Buntu, Tangerang Selatan, Kamis (17/9/2026) pagi. Kejadian tersebut sempat membuat penumpang panik setelah asap terlihat keluar dari sebuah tas.
Menurut KAI Commuter, peristiwa terjadi sekitar pukul 06.49 WIB pada Commuter Line relasi Rangkasbitung-Tanah Abang. Petugas kemudian mengamankan tas yang mengeluarkan asap tersebut dan menemukan dua unit handphone dalam kondisi terbakar di dalamnya.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh KAI Commuter, salah satu ponsel sedang digunakan sebagai hotspot untuk perangkat lainnya. Kedua handphone tersebut berada di dalam tas ketika kejadian berlangsung. Insiden itu menyebabkan perjalanan kereta mengalami keterlambatan sekitar tujuh menit.
Lantas, mengapa sebuah handphone bisa sampai mengeluarkan asap, terbakar, bahkan dalam kondisi tertentu terlihat seperti meledak?
Baterai lithium-ion Bisa Mengalami “Thermal Runaway”
Sebagian besar handphone modern menggunakan baterai lithium-ion. Teknologi ini dipilih karena mampu menyimpan energi dalam jumlah relatif besar dalam ukuran yang ringkas.
Namun, baterai jenis ini tetap memiliki risiko keselamatan apabila mengalami kondisi tertentu. Salah satu fenomena yang perlu diperhatikan adalah thermal runaway, yaitu kondisi ketika sel baterai mengalami pemanasan yang tidak terkendali.
UL Research Institutes menjelaskan bahwa kerusakan atau gangguan pada sel baterai dapat memicu thermal runaway. Kondisi tersebut dapat menyebabkan baterai menghasilkan panas yang sangat tinggi, mengeluarkan gas, asap, bahkan api.
Dalam kondisi tertentu, proses tersebut dapat berlangsung cepat. Tekanan gas di dalam sel juga dapat meningkat sehingga baterai mengalami kegagalan secara tiba-tiba.
Apa yang Bisa Memicu Baterai Bermasalah?
Ada sejumlah kondisi yang diketahui dapat meningkatkan risiko terjadinya thermal runaway pada baterai lithium-ion.
Salah satunya adalah kerusakan fisik. Benturan atau kerusakan pada bagian internal baterai dapat mengganggu pemisah antara elektroda. Jika terjadi hubungan pendek di dalam sel, panas dapat meningkat dan memicu reaksi berantai.
Panas berlebih juga menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan. UL Research Institutes menyebut kerusakan fisik, overheating, serta kegagalan sistem manajemen baterai sebagai beberapa penyebab yang dapat berhubungan dengan thermal runaway.
Selain itu, masalah pada pengisian daya juga dapat meningkatkan risiko. UL Research Institutes menjelaskan bahwa kondisi pengisian yang tidak sesuai, termasuk arus yang terlalu tinggi, dapat menyebabkan kegagalan serius pada baterai.
Baterai yang sudah mengalami kerusakan atau penurunan kondisi juga perlu diperhatikan. Lembaga tersebut menyebut kondisi kesehatan baterai dan kerusakan merupakan faktor yang penting dalam upaya mencegah thermal runaway.
Bagaimana dengan Kasus Dua HP di Rawa Buntu?
Untuk kejadian di KRL Rawa Buntu, belum ada informasi resmi yang menyatakan penyebab teknis pasti mengapa kedua HP tersebut terbakar.
KAI Commuter hanya menyampaikan bahwa dua perangkat ditemukan dalam kondisi terbakar setelah tas penumpang mengeluarkan asap. Salah satu perangkat diketahui sedang digunakan sebagai hotspot dan kedua ponsel berada di dalam tas.
Karena itu, penggunaan hotspot tidak bisa langsung disebut sebagai penyebab HP terbakar. Penggunaan fitur tersebut memang membuat perangkat bekerja dan dapat menghasilkan panas, tetapi diperlukan pemeriksaan terhadap kondisi baterai dan perangkat untuk mengetahui penyebab sebenarnya.
Yang dapat dijelaskan berdasarkan prinsip keselamatan baterai adalah bahwa panas berlebih, kerusakan fisik, korsleting internal, maupun gangguan pada sistem baterai dapat menjadi pemicu thermal runaway. Fenomena tersebut kemudian dapat berkembang menjadi asap, api, atau kegagalan baterai yang terlihat seperti ledakan.
Waspadai HP yang Terasa Terlalu Panas
Kejadian di Rawa Buntu juga menjadi pengingat agar pengguna tidak mengabaikan kondisi tidak normal pada perangkat.
KAI Commuter mengimbau penumpang untuk memperhatikan kondisi ponsel maupun perangkat elektronik yang dibawa selama menggunakan kereta.
Jika perangkat mengalami panas berlebih, mengeluarkan asap, atau menunjukkan kondisi tidak normal, pengguna diminta segera mengamankannya dan melaporkannya kepada petugas.
Dengan demikian, istilah “HP meledak” yang sering digunakan ketika baterai mengalami kegagalan sebenarnya dapat merujuk pada beberapa kondisi. Dalam kasus baterai lithium-ion, salah satu mekanisme yang paling berbahaya adalah thermal runaway, ketika baterai mengalami pemanasan yang tidak terkendali hingga dapat menghasilkan asap, api, dan pelepasan gas secara cepat.(*)







