Serangan Brutal AS-Israel ke SD di Iran, Ratusan Anak Tewas

Teheran, Lini Indonesia – Jumlah korban meninggal dunia akibat serangan yang menghantam sebuah sekolah dasar khusus perempuan di Iran dilaporkan mencapai sekitar 180 orang. Insiden tersebut terjadi pada Sabtu (28/2/2026) dan menambah panjang daftar korban dalam eskalasi konflik di kawasan.

Kepala Humas Kementerian Kesehatan Iran, Hossein Kermanpour, menyampaikan bahwa serangan tersebut menyasar SD Shajareh Tayyebeh yang berada di Kota Minab, Provinsi Hormozgan. Menurutnya, mayoritas korban merupakan anak-anak yang masih berusia dini.

Read More

Serangan itu disebut sebagai bagian dari operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang dalam beberapa hari terakhir memicu ketegangan dan kekerasan di berbagai wilayah.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, turut menanggapi peristiwa tersebut melalui unggahan di media sosial X. Ia membagikan foto kondisi sekolah yang hancur dan menyebut serangan tersebut telah merenggut nyawa anak-anak tak bersalah. Dalam pernyataannya, Araghchi menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak akan dibiarkan tanpa respons.

“Kejahatan-kejahatan terhadap rakyat Iran ini tidak akan tanpa balasan,” tulis Araghchi dalam unggahan di X.

Di tingkat internasional, Badan PBB untuk pendidikan, UNESCO, menyampaikan kecaman atas insiden tersebut. Dalam pernyataan resminya, UNESCO menilai serangan terhadap fasilitas pendidikan dan para pelajar merupakan pelanggaran serius terhadap perlindungan sekolah sebagaimana diatur dalam hukum humaniter internasional.

“Pembunuhan pelajar di tempat yang didedikasikan untuk pembelajaran merupakan pelanggaran berat terhadap perlindungan yang diberikan kepada sekolah di bawah hukum humaniter internasional,” tulis UNESCO di X.

Sementara itu, militer Israel menyatakan tidak memiliki informasi terkait serangan yang dimaksud. Di sisi lain, pihak militer Amerika Serikat menyebut akan melakukan penyelidikan untuk mengklarifikasi insiden tersebut.

Peristiwa ini semakin memperuncing situasi di Timur Tengah, di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan aliansi AS-Israel dalam beberapa waktu terakhir.(*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *