World Climbing Series 2026 Jadi Tantangan Baru Tim Panjat Tebing Indonesia

Jakarta, Lini Indonesia – Tim panjat tebing Indonesia datang ke World Climbing Series Wujiang 2026 dengan kepercayaan diri tinggi setelah menorehkan hasil membanggakan di Asian Beach Games Sanya 2026. Momentum positif itu kini menjadi modal penting bagi skuad Merah Putih untuk menghadapi persaingan dunia yang semakin ketat.

Sebelumnya, Indonesia sukses mencuri perhatian lewat raihan medali emas di nomor speed relay pada ajang di Sanya, Tiongkok. Tak hanya membawa pulang podium tertinggi, duet Desak Made Rita dan Kadek Adi Asih juga mencatat sejarah dengan memecahkan rekor dunia speed relay putri.

Dalam laga semifinal melawan pasangan tuan rumah, keduanya mencatatkan waktu fantastis 13,174 detik—lebih cepat tipis dari wakil China yang membukukan 13,178 detik. Catatan itu menjadi bukti bahwa atlet-atlet Indonesia masih menjadi kekuatan besar di nomor speed dunia.

Sementara itu, sektor putra juga menyumbang prestasi lewat medali perak yang diraih Raharjati Nursamsa dan Antasyafi Robby Al Hilmi setelah tampil kompetitif menghadapi wakil tuan rumah di partai final.

Kini perjuangan berlanjut. Sebanyak 13 atlet Indonesia bertolak ke Tiongkok untuk mengikuti seri pembuka musim 2026 di Wujiang yang berlangsung pada 8–10 Mei. Kompetisi ini akan mempertandingkan dua nomor utama, yakni speed dan lead.

Di nomor speed, Indonesia menurunkan nama-nama andalan seperti Veddriq Leonardo, Kiromal Katibin, hingga Desak Made Rita. Persaingan dipastikan berlangsung sengit, terutama setelah atlet China Zhao Yicheng memecahkan rekor dunia dengan waktu luar biasa 4,586 detik.

Meski atmosfer persaingan semakin panas, pelatih speed Indonesia Galar Pandu Asmoro meminta para atlet tetap fokus dan tidak tertekan oleh rekor baru tersebut.

Baginya, target utama adalah tampil maksimal tanpa melakukan kesalahan, terlebih World Climbing Series juga menjadi bagian penting dari persiapan menuju Asian Games 2026 di Nagoya, Jepang.

“Tentu saja teman-teman atlet panas begitu ada rekor baru. Tapi, itu lebih menjadi target individual. Sebagai pelatih kami lebih ingin atlet-atlet memanjat dengan maksimal tanpa melakukan kesalahan,” ujar Galar dikutip dari detik.

Di sisi lain, pelatih nomor lead Amri menilai ajang di Wujiang akan menjadi ujian penting bagi mental dan hasil latihan atlet Indonesia. Kompetisi level dunia seperti ini dianggap sangat penting untuk mengukur kesiapan tim menghadapi tantangan yang lebih besar ke depan.

Dengan bekal rekor dunia, medali, dan semangat yang sedang membara, Indonesia kini datang bukan sekadar sebagai peserta. Tim Merah Putih ingin kembali menunjukkan bahwa mereka masih layak diperhitungkan di panggung panjat tebing dunia.

Daftar nama atlet yang berlaga di World Climbing Series Wujiang:

Speed Putra:

  1. Veddrriq Leonardo
  2. Kiromal Katibin
  3. Antasyafi Robby
  4. Aditya Tri Syahria
  5. Raharjati Nursamsa

Speed Putri:

  1. Desak Made Rita
  2. Kadek Adi Asih
  3. Rajiah Salsabillah
  4. Berthdigna Devi

Lead Putra:

  1. Putra Tri Ramadani
  2. Raviandi Ramadan

Lead Putri:

Alma Ariella Tsany
(*)

Sukma Lintang Cahyani

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *