Jakarta, Lini Indonesia – Turnamen bulutangkis Indonesia Open akan mengalami perubahan besar mulai musim 2027. Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) memutuskan memperpanjang durasi penyelenggaraan turnamen level Super 1000 tersebut menjadi 11 hari atau hampir dua pekan.
Dengan perubahan ini, Indonesia Open akan mengikuti format yang sama dengan sejumlah turnamen elite lainnya dalam rangkaian BWF World Tour. Jadwal yang lebih panjang diharapkan memberikan manfaat bagi para pemain, terutama dalam hal pemulihan fisik di antara pertandingan.
Melalui kalender resmi musim 2027-2028 yang telah dirilis, BWF menetapkan seluruh turnamen Super 1000 menggunakan format baru. Indonesia Open dijadwalkan berlangsung pada 27 Mei hingga 6 Juni 2027 di Jakarta.
Selain Indonesia Open, turnamen Super 1000 lainnya juga akan digelar dengan durasi serupa. Malaysia Open akan berlangsung pada 21-31 Januari 2027 di Kuala Lumpur, disusul All England pada 4-14 Maret di Birmingham. Sementara China Open dijadwalkan berlangsung 2-12 September di Chengdu.
Musim 2027 juga akan menghadirkan satu turnamen Super 1000 baru, yakni Denmark Open. Kejuaraan yang sebelumnya berstatus Super 750 itu resmi naik kelas dan akan digelar di Odense pada 14-24 Oktober 2027.
Perubahan format ini diyakini akan membuat jadwal pertandingan lebih ideal. Dengan jeda yang lebih panjang antarlaga, para atlet memiliki kesempatan lebih besar untuk memulihkan kondisi sehingga diharapkan mampu menampilkan performa terbaik sepanjang turnamen.
Presiden BWF, Khunying Patama Leeswadtrakul, menegaskan bahwa penyusunan kalender kompetisi 2027-2028 berfokus pada kesejahteraan atlet sekaligus mendukung perkembangan bulutangkis secara berkelanjutan.
“Hal ini memungkinkan penjadwalan yang lebih seimbang dan waktu pemulihan yang lebih lama di antara pertandingan,” ujar Khunying dikutip dari laman BWF
Menurutnya, para pemain merupakan elemen utama dalam perkembangan olahraga ini sehingga perlu mendapatkan sistem kompetisi yang memungkinkan mereka tampil optimal, memiliki waktu pemulihan yang memadai, serta tetap dapat menjalin kedekatan dengan penggemar di berbagai negara.
“Mereka layak mendapatkan lingkungan yang memungkinkan mereka tampil maksimal, pulih dengan baik, dan terhubung secara bermakna dengan para penggemar di seluruh dunia,” jelasnya.
Ia menjelaskan bahwa penambahan durasi turnamen merupakan bagian dari upaya menciptakan jadwal pertandingan yang lebih seimbang. Langkah tersebut diharapkan membantu para pebulutangkis menjaga performa terbaik sekaligus memperpanjang karier mereka di level tertinggi.
Khunying juga optimistis pembaruan kalender ini akan memberikan dampak positif terhadap perkembangan bulutangkis dunia. Dengan semakin banyak pertandingan berkualitas yang disiarkan ke berbagai negara, peluang atlet untuk tampil di panggung internasional akan semakin besar, sekaligus memperluas jangkauan dan popularitas olahraga bulutangkis di tingkat global.(*)







