Jakarta, Lini Indonesia – Pengurus Pusat PBSI resmi melepas pebulu tangkis tunggal putra Yohanes Saut Marcellyno Siahaan dari Pelatnas Cipayung setelah sang atlet memutuskan melanjutkan karier di jalur profesional.
Federasi menyatakan menghormati keputusan tersebut sekaligus mengapresiasi dedikasi yang telah diberikan Saut selama menjadi bagian dari tim nasional.
Dalam keterangan resminya pada Rabu (1/7/2026), PBSI menilai Saut telah menunjukkan semangat, disiplin, dan komitmen selama menjalani program pembinaan di Pelatnas.
Federasi juga menyampaikan harapan agar pebulu tangkis tersebut mampu meraih prestasi lebih tinggi meski nantinya bertanding sebagai atlet profesional.
“Selama menjadi bagian dari tim nasional, Saut telah menunjukkan semangat, komitmen, dan perjuangan untuk memberikan yang terbaik bagi bulutangkis Indonesia,” tulis pernyataan federasi.
Saut selama ini merupakan bagian dari skuad tunggal putra utama bersama Anthony Sinisuka Ginting, Alwi Farhan, dan Moh. Zaki Ubaidillah. Salah satu pencapaian terbaiknya adalah ketika berhasil merebut gelar juara Guwahati Masters 2023.
Keputusan meninggalkan Pelatnas disampaikan Saut melalui surat resmi kepada PBSI. Dalam surat itu, ia menetapkan bahwa pengunduran dirinya mulai berlaku efektif sejak 30 Juni 2026.
Pebulu tangkis berusia muda tersebut menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil setelah melalui berbagai pertimbangan terkait perjalanan kariernya.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh jajaran PBSI atas kesempatan, kepercayaan, dukungan, dan pembinaan yang diterimanya selama berlatih di Cipayung.
Tak hanya itu, Saut turut menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjadi bagian dari Pelatnas masih terdapat kekurangan. Ia juga berharap seluruh sektor di PBSI, khususnya tunggal putra, dapat terus berkembang dan menghasilkan prestasi yang membanggakan Indonesia pada berbagai ajang internasional.
Di sisi lain, PBSI juga mengumumkan hasil evaluasi terbaru terhadap atlet Pelatnas. Per 1 Juli 2026, tiga atlet dari sektor ganda putri pratama diputuskan kembali ke klub masing-masing.
Keputusan tersebut merupakan hasil evaluasi bidang pembinaan dan prestasi yang mempertimbangkan sejumlah aspek, mulai dari hasil turnamen, perkembangan selama latihan, pencapaian Key Performance Index (KPI), hingga masa pembinaan di Pelatnas.
Adapun tiga atlet yang dipulangkan yakni Jania Novalita Situmorang, Nabila Cahya Permata Ayu yang kembali ke PB Jaya Raya Jakarta, serta Riska Anggraini yang kembali memperkuat PB Djarum Kudus.
Langkah ini merupakan bagian dari evaluasi rutin PBSI dalam menjaga kualitas pembinaan atlet nasional.(*)







