Jakarta, Lini Indonesia – Duka kembali menyelimuti dunia olahraga Palestina. Pesepakbola Saleem Al Ashqar dilaporkan meninggal dunia setelah menjadi korban serangan yang terjadi di wilayah Jalur Gaza pada Rabu (1/7/2026).
Insiden tersebut terjadi di kawasan Al Qarara, yang berada di timur laut Gaza. Berdasarkan laporan yang beredar, wilayah itu menjadi sasaran tembakan pasukan Israel hingga mengakibatkan sejumlah korban, termasuk Saleem Al Ashqar.
Kiper berusia 32 tahun itu tidak berhasil diselamatkan setelah mengalami luka akibat serangan tersebut. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, terutama bagi keluarga yang tengah menanti momen bahagia.
Saleem diketahui baru melangsungkan pernikahan sekitar lima bulan lalu. Sang istri juga sedang mengandung anak pertama mereka, sehingga kabar meninggalnya pesepakbola tersebut semakin menyita perhatian publik.
Kabar wafatnya Saleem turut mendapat respons dari Asosiasi Sepak Bola Palestina (PFA) yang menyampaikan belasungkawa. Ucapan duka juga datang dari berbagai komunitas sepak bola internasional.
Klub asal Chile, Deportivo Palestino, termasuk yang menyampaikan simpati atas kejadian tersebut. Melalui pernyataannya, klub itu mengungkapkan kesedihan atas terus berulangnya peristiwa yang merenggut nyawa warga Palestina serta menyerukan pentingnya terciptanya keadilan dan perdamaian.
“Kami sangat sedih atas berlanjutnya peristiwa ini. Kami menyerukan keadilan dan perdamaian,” keterangan klub sepak bola Chile, Deportivo Palestino.
Sejak konflik bersenjata di Gaza meningkat pada Oktober 2023, dunia olahraga Palestina ikut terdampak besar. Berbagai laporan menyebutkan lebih dari 1.000 atlet Palestina telah meninggal dunia selama periode konflik tersebut.
Sebelum wafat, Saleem Al Ashqar memperkuat klub Khadamat Khan Younis yang berlaga di Gaza Strip Premier League. Namun, kompetisi sepak bola di wilayah tersebut telah lama terhenti akibat situasi keamanan yang tidak memungkinkan untuk menggelar pertandingan.(*)







