Jakarta, Lini Indonesia – Video yang memperlihatkan sekelompok pemuda membawa senjata tajam sambil berkonvoi menggunakan sepeda motor di kawasan Fly Over Pulo Brayan, Kecamatan Medan Barat, Sumatera Utara, ramai beredar di media sosial. Rekaman tersebut memicu kekhawatiran publik karena para pelaku diduga merupakan komplotan begal.
Dalam video yang viral, puluhan pemuda terlihat melintas secara beriringan di atas flyover. Setelah berhenti di pinggir jalan, beberapa di antaranya tampak mengejar seorang pengendara sepeda motor sambil membawa senjata tajam. Narasi yang menyertai unggahan menyebut kelompok tersebut kerap beraksi sebagai begal yang mengincar kendaraan dan barang berharga milik warga.
“Motor Medan nih bos ! Geng motor yang terafiliasi dengan begal di atas fly over Brayan Medan unjuk kekuatan menantang aparat, sering kali beroperasi sebagai komplotan begal bersenjata tajam yang mengincar sepeda motor dan barang berharga warga di lokasi yang tepat sasaran,” tulis pengunggah video.
Menanggapi video tersebut, Kapolsek Medan Barat Kompol Dr. Made Wira Suhendra menjelaskan rombongan itu hanya melintas di wilayah hukumnya. Ia menegaskan tidak ada aksi penyerangan terhadap pengguna jalan yang terjadi di kawasan Medan Barat.
Menurut Made, peristiwa tersebut sebenarnya terjadi pada Juni 2026, sedangkan videonya baru ramai diperbincangkan pada awal Juli 2026. Ia mengatakan rombongan itu diduga berasal dari arah Belawan dan melintas melalui sejumlah wilayah, yakni Medan Timur, Medan Barat, hingga Helvetia.
“Itu kejadiannya bulan Juni, kalau yang penyerangan itu, bukan yang kemarin. Saat itu mereka hanya melintas, jadi memang buangan dari daerah Belawan, dia melintas ke tiga lokasi. Melintas di daerah Medan Timur, Medan Barat, terus terakhir di Helvetia itu,” jelasnya.
Polisi mengaku sempat menerima laporan masyarakat melalui layanan darurat 110. Namun ketika petugas tiba di lokasi, rombongan tersebut sudah meninggalkan kawasan tersebut sehingga tidak ditemukan.
Terkait dugaan para pelaku membawa senjata tajam dan melakukan penyerangan di lokasi lain, Made menyebut penyelidikan kini ditangani tim khusus yang dibentuk Polrestabes Medan. Sementara itu, Polsek Medan Barat terus melakukan langkah pencegahan dengan meningkatkan patroli di wilayah rawan.
Hingga kini, Kapolrestabes Medan Kombes Pol. Jean Calvijn Simanjuntak belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penyelidikan video yang viral tersebut.(*)







