Jakarta, Lini Indonesia – Aktris Korea Selatan Ha Young tengah menjadi sorotan setelah cerita mengenai keluarganya dalam sebuah program televisi berkembang menjadi kontroversi sejarah.
Nama Ha Young sebelumnya mendapat perhatian setelah ia tampil di program KBS2 Problem Child in House. Dalam acara tersebut, aktris yang salah satunya dikenal lewat perannya sebagai Go Eun Sae dalam drama Our Sticky Love itu menceritakan latar belakang keluarganya yang memiliki tradisi panjang di dunia kedokteran.
Ha Young mengungkapkan bahwa profesi dokter telah dijalani keluarganya selama empat generasi. Mulai dari kakek buyut, kakek, ayah, hingga kakak perempuannya, semuanya disebut berprofesi sebagai dokter.
Ia kemudian menceritakan sosok kakek buyutnya yang disebut pernah menempuh pendidikan kedokteran di Jepang. Setelah kembali ke Korea, sang leluhur dikisahkan membuka klinik bergaya Barat di Hanyang, wilayah yang kini menjadi bagian dari Seoul, dan pernah memberikan perawatan kepada Raja Gojong.
Cerita tersebut awalnya disampaikan sebagai bagian dari kisah keluarga. Namun, setelah episode itu ditayangkan, informasi mengenai sosok yang disebut sebagai kakek buyut Ha Young mulai ditelusuri oleh warganet.
Nama Ahn Sang Ho Mulai Dikaitkan
Tidak lama kemudian, muncul spekulasi bahwa sosok yang diceritakan Ha Young adalah dokter Ahn Sang Ho. Pihak agensi Ha Young, BISTUS Entertainment, kemudian mengonfirmasi bahwa Ahn Sang Ho memang merupakan kakek buyut sang aktris.
Masalah muncul setelah sejumlah catatan sejarah kembali ditemukan dan dibagikan di tengah publik.
Dalam catatan tersebut, nama Ahn Sang Ho tercantum sebagai salah satu anggota dewan Daejeong Chinmokhoe pada 1916. Organisasi tersebut dikaitkan dengan kelompok yang memiliki kecenderungan pro-Jepang pada masa pendudukan Jepang di Korea.
Temuan itu kemudian memicu perdebatan luas di kalangan warganet Korea Selatan. Terlebih, kontroversi tersebut muncul ketika Korea Selatan tengah mendekati peringatan Hari Kemerdekaan pada 15 Agustus, sehingga isu mengenai sejarah kolonial kembali menjadi perhatian besar.
Agensi Awalnya Sebut Tuduhan Tidak Berdasar
Di tengah ramainya pembahasan tersebut, BISTUS Entertainment pada 10 Agustus mengeluarkan pernyataan yang menyebut laporan mengenai dugaan aktivitas pro-Jepang Ahn Sang Ho tidak berdasar.
Namun, pernyataan tersebut justru menjadi persoalan baru.
Sehari kemudian, pada 11 Agustus, agensi kembali memberikan klarifikasi sekaligus meminta maaf. BISTUS Entertainment mengakui bahwa mereka terlalu cepat menyimpulkan tuduhan tersebut tanpa melakukan verifikasi sejarah secara memadai.
Agensi kemudian mengakui adanya catatan yang mencantumkan Ahn Sang Ho sebagai anggota dewan Daejeong Chinmokhoe pada 1916. Mereka juga menyampaikan permintaan maaf karena pernyataan awal justru menimbulkan kebingungan dan memperbesar kontroversi.
“Kami dengan tulus meminta maaf karena telah menimbulkan kebingungan dengan tergesa-gesa menanggapi bahwa laporan tersebut ‘tidak berdasar’ tanpa verifikasi yang memadai,” isi pernyataan agensi, seperti dilansir Soompi.
Pihak agensi mengatakan Ha Young juga merasa sangat terpukul karena cerita mengenai keluarganya yang selama ini ia ketahui melalui kisah turun-temurun justru menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Ha Young Akhirnya Minta Maaf
Setelah kontroversi semakin meluas, Ha Young akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara langsung.
Pada Rabu, 12 Agustus 2026, ia mengunggah surat permintaan maaf yang ditulis tangan melalui media sosialnya. Dalam surat tersebut, Ha Young mengaku selama ini hanya mengetahui kehidupan Ahn Sang Ho berdasarkan cerita yang diwariskan keluarganya.
Ia juga mengakui bahwa dirinya pernah menceritakan sosok sang kakek buyut sebagai bagian dari kebanggaan keluarga tanpa mengetahui secara menyeluruh sejarah kehidupannya.
Ha Young mengatakan bahwa setelah kontroversi muncul, ia mulai mencari dan mempelajari berbagai catatan terkait sejarah keluarganya. Dari proses tersebut, ia mengaku baru memahami adanya catatan mengenai aktivitas pro-Jepang yang dikaitkan dengan Ahn Sang Ho.
Ia pun menyatakan penyesalannya karena membicarakan sejarah keluarganya tanpa terlebih dahulu memahami konteks sejarah Korea pada masa kolonial Jepang.
Ha Young menegaskan bahwa ketidaktahuannya tidak dapat dijadikan alasan untuk mengabaikan persoalan tersebut. Ia berjanji akan mempelajari sejarah keluarganya dan periode kolonial secara lebih mendalam serta menunjukkan sikap yang lebih hati-hati ke depannya.
“Saya merasa malu karena dalam berbagai kesempatan berbicara tentang beliau seolah-olah merupakan kebanggaan keluarga, padahal saya begitu tidak mengetahui banyak hal,” tulisnya.
Dampaknya Mulai Menyentuh Karier Ha Young
Permintaan maaf tersebut tidak serta-merta menghentikan kontroversi.
Menjelang Hari Kemerdekaan Korea Selatan, sorotan terhadap Ha Young semakin besar. Sejumlah brand yang sebelumnya menggunakan sosok Ha Young dalam materi promosi dilaporkan mengambil langkah dengan menghapus atau menghentikan konten yang menampilkan sang aktris.
Kontroversi ini pun tidak lagi sekadar membahas kisah keluarga seorang selebritas. Di Korea Selatan, isu mengenai keterlibatan dengan pemerintahan kolonial Jepang merupakan persoalan yang sangat sensitif dan memiliki dimensi sejarah yang kuat.
Karena itu, pernyataan awal yang menyebut tuduhan tersebut tidak berdasar, sebelum akhirnya dikoreksi oleh agensi, turut membuat persoalan berkembang lebih jauh.
Kini, Ha Young telah menyampaikan permintaan maaf dan mengakui bahwa dirinya perlu memahami sejarah keluarganya dengan lebih baik. Namun, seberapa besar kontroversi tersebut akan memengaruhi aktivitas dan kariernya di industri hiburan Korea masih menjadi perhatian publik.(*)







