Polemik Ruben Onsu vs Sarwendah Memanas, Sengketa Nafkah Anak dan Hak Bertemu Anak Jadi Sorotan

Polemik Ruben Onsu vs Sarwendah Memanas, Sengketa Nafkah Anak dan Hak Bertemu Anak Jadi Sorotan. foto: ist

Jakarta, Lini Indonesia – Perselisihan antara Ruben Onsu dan Sarwendah kembali mencuat ke publik. Mantan pasangan suami-istri itu kembali berseteru terkait nafkah anak dan pembagian waktu pengasuhan, hingga memicu perdebatan di media sosial.

Polemik bermula pada akhir Mei 2026 ketika kuasa hukum Sarwendah, Abraham Simon, mengungkap kliennya kembali didatangi debt collector terkait sebuah mobil yang disebut sebagai aset Ruben. Menurut Abraham, Sarwendah sudah tidak memiliki hubungan dengan kendaraan tersebut sejak perceraian mereka.

Read More

Dalam kesempatan yang sama, pihak Sarwendah juga menyoroti persoalan nafkah anak. Abraham menyebut Ruben tidak lagi menanggung biaya pendidikan dan kebutuhan anak-anak sejak akhir 2025, meski dalam kesepakatan perceraian telah disepakati biaya pendidikan ditanggung hingga anak-anak menyelesaikan kuliah.

“Sejak akhir tahun 2025 sampai saat ini, justru klien kami yang membiayai biaya pemeliharaan anak-anak,” ujar Abraham.

Ia menambahkan biaya sekolah, les, hingga kebutuhan kesehatan anak kini ditanggung Sarwendah.

Menanggapi hal tersebut, kubu Ruben tidak membantah bahwa pembayaran nafkah sebesar Rp200 juta per bulan telah terhenti sejak Desember 2025. Namun, kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, mengatakan keputusan itu diambil karena Ruben merasa haknya untuk bertemu anak-anak tidak terpenuhi selama beberapa bulan terakhir.

“Ruben berpikir, ‘Kewajibanku kubayar terus, hakku aku enggak dapat’,” kata Minola.

Menurutnya, penghentian nafkah tersebut merupakan bentuk protes atas situasi yang dialami kliennya.

Perselisihan kemudian berkembang menjadi saling sindir. Ruben menegaskan dirinya siap mengasuh penuh anak-anak apabila Sarwendah merasa keberatan menanggung kebutuhan mereka.

“Kalau tidak sanggup, serahkan anak-anak ke saya, saya yang membesarkan,” kata Ruben.

Pihak Ruben juga menyoroti kedekatan anak-anak dengan kekasih Sarwendah, Giorgio Antonio. Minola menilai Ruben justru kesulitan bertemu anak kandungnya sendiri, sementara orang lain mendapat akses yang lebih leluasa.

“Porsi ayah kandung yang sudah diatur dalam perjanjian tidak dilaksanakan, tapi orang yang tidak memiliki hubungan darah diberikan keleluasaan,” ujarnya.

Pada 5 Juni 2026, kubu Sarwendah membantah tudingan tersebut. Pengacara Sarwendah, Chris Sam Siwu, menegaskan tidak ada upaya menghalangi Ruben untuk bertemu anak-anaknya.

“Kapan pun WA saja ke ibunya atau ke anaknya. Anak ini tidak bisa berjalan sendiri, jadi harus ada komunikasi mengenai jadwal dengan ibunya,” kata Chris.

Di tengah polemik yang berlangsung, Sarwendah juga menjadi sorotan setelah sejumlah video yang diduga berisi sindiran terhadap Ruben viral di media sosial.

Salah satunya memperlihatkan dirinya saat siaran langsung bersama Giorgio Antonio dan merespons sebuah pemberitaan yang diduga berkaitan dengan nafkah anak. Video lain juga memicu spekulasi netizen karena dianggap menyindir mantan suaminya.

Menyusul ramainya perbincangan tersebut, Sarwendah akhirnya menyampaikan permintaan maaf melalui media sosial. Ia mengakui ucapannya telah menimbulkan kegaduhan dan tidak mencerminkan sikap yang seharusnya ditunjukkan.

“Saya menyadari bahwa kata-kata saya tersebut tidak menunjukkan kebaikan maupun kerendahan hati,” tulis Sarwendah.

Ia juga menyesalkan persoalan yang seharusnya dapat diselesaikan secara pribadi justru berkembang menjadi konsumsi publik dan menyita perhatian banyak pihak.(*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *