Jakarta, Lini Indonesia – Viral kasus penusukan yang menewaskan seorang pemuda di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, berhasil diungkap polisi dalam waktu kurang dari 24 jam. Terduga pelaku berinisial F (38) kini telah diamankan dan tengah menjalani pemeriksaan intensif.
Peristiwa berdarah itu terjadi di kawasan Jety Sungai Baung, Desa Bukit Batu, Kecamatan Air Sugihan, pada Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 06.30 WIB. Korban berinisial W (21), warga Kecamatan Air Sugihan, meninggal dunia setelah mengalami luka tusuk di bagian dada sebelah kiri yang diduga dilakukan menggunakan sebilah pisau.
Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto mengungkapkan, pelaku ditangkap oleh tim gabungan Satreskrim Polres OKI bersama personel Polsek Air Sugihan dan Polsek Banyuasin I pada Sabtu (25/7/2026) sekitar pukul 00.10 WIB. F diamankan di sebuah mess sewa miliknya tanpa melakukan perlawanan.
“Pelaku berhasil kami amankan dan saat ini sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Penyidik juga masih mendalami motif serta melengkapi alat bukti dalam perkara ini,” jelas Eko, Sabtu (25/7/2026) seperti dikutip detik.
Menurut Eko, proses penangkapan diawali dengan penyelidikan intensif sesaat setelah polisi menerima laporan kejadian. Tim kemudian menelusuri sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian pelaku, mulai dari rumah adiknya di Palembang hingga kediaman orang tuanya di Desa Mariana, Kabupaten Banyuasin.
Penyelidikan berlanjut dengan koordinasi bersama Polsek Banyuasin I dan Polsek Air Sugihan untuk mempersempit pergerakan pelaku. Dari hasil penelusuran, polisi memperoleh informasi bahwa F diduga bersembunyi di mess sewa miliknya. Dugaan itu semakin menguat setelah petugas melihat lampu mess yang sebelumnya padam tiba-tiba menyala.
Tim gabungan langsung mendatangi lokasi tersebut dan berhasil mengamankan pelaku. Saat ditangkap, F tidak melakukan perlawanan dan langsung dibawa untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, polisi menduga aksi penusukan dipicu persoalan asmara. Pelaku disebut terbakar api cemburu setelah mengetahui korban diduga menghubungi atau mengirim pesan kepada perempuan yang merupakan kekasihnya.
“Hasil penyelidikan sementara mengarah pada motif asmara. Pelaku diduga cemburu karena korban menghubungi atau mengirim pesan kepada perempuan yang merupakan kekasihnya,” ujarnya.
Meski demikian, penyidik masih terus mendalami motif serta melengkapi alat bukti guna mengungkap secara menyeluruh kronologi dan latar belakang peristiwa tersebut. Sejumlah saksi juga masih dimintai keterangan untuk mendukung proses penyidikan.(*)







