Viral! Diduga Keracunan MBG, Siswi Berprestasi Febiola Purba Alami Kejang dan Hilang Ingatan

Viral! Diduga Keracunan MBG, Siswi Berprestasi Febiola Purba Alami Kejang dan Hilang Ingatan. foto: ist

Jakarta, Lini Indonesia – Senyum dan semangat belajar yang selama ini melekat pada diri Febiola Purba kini seolah tertutup oleh kenyataan pahit. Hampir sebulan terakhir, siswi SMK Bersama Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, itu harus menjalani perawatan setelah diduga mengalami keracunan makanan.

Bukan hanya tubuhnya yang terdampak. Kondisi Febiola berubah drastis. Remaja yang dikenal sebagai siswi berprestasi dan kerap meraih juara pertama di kelas tersebut kini mengalami kejang berulang, gangguan ingatan, hingga kesulitan berbicara.

Semua bermula pada Kamis, 13 Agustus 2026. Hari itu, Febiola pulang dari sekolah dalam kondisi tidak seperti biasanya. Ia mengeluhkan pusing dan rasa gatal di sekujur tubuh kepada keluarganya. Setelah itu, ia memilih beristirahat dan tertidur.

Namun, keadaan berubah ketika sang ibu, Elvinus Lusiana Sitanggang, mencoba memberinya susu. Febiola justru muntah.

Khawatir dengan kondisi anaknya, keluarga kemudian membawanya ke rumah sakit di Kabanjahe. Selama tiga hari menjalani perawatan, kondisi Febiola sempat menunjukkan perkembangan positif. Keluarga pun berharap masa sulit itu segera berakhir dan putrinya bisa kembali beraktivitas seperti semula.

Harapan tersebut ternyata belum menjadi kenyataan.

Sehari setelah pulang dari rumah sakit, Febiola mendadak mengalami kejang hebat. Kejang itu tidak hanya terjadi sekali, melainkan berulang kali hingga membuatnya sempat kehilangan kesadaran selama kurang lebih setengah jam.

Elvinus masih mengingat jelas kejadian yang membuat keluarganya panik tersebut. Dalam kondisi cemas, mereka hanya bisa berusaha mencari pertolongan ketika kejang kembali menyerang putrinya.

“Kejang kira-kira 10 menit, terus kejang lagi,” jelas Elvinus, Senin (7/9/2026).

Sejak saat itu, perjalanan Febiola untuk mendapatkan perawatan belum berhenti. Ia sempat dibawa ke Rumah Sakit Haji Medan sebelum akhirnya menjalani pemeriksaan dan perawatan di RS Adam Malik.

Bagi keluarga, perubahan yang terjadi pada Febiola terasa begitu menyakitkan. Gangguan ingatan membuatnya tidak lagi mengenali sejumlah orang yang selama ini dekat dengannya.

Salah satu momen yang paling membekas bagi keluarga terjadi ketika bibinya datang menjenguk. Febiola justru bertanya siapa perempuan tersebut, seolah-olah sedang berhadapan dengan orang asing.

Tidak hanya ingatannya yang berubah. Kemampuan berbicaranya pun ikut terganggu. Ucapan Febiola kini terdengar seperti anak kecil, sangat berbeda dengan sosoknya sebelum kejadian.

Padahal, di lingkungan sekolah, Febiola dikenal sebagai anak yang berprestasi. Ia disebut langganan menjadi juara pertama di kelas dan dipercaya mengemban tanggung jawab sebagai wakil ketua OSIS.

“Omongannya sudah seperti anak-anak, padahal anak saya ini sering juara 1 di sekolah. Dia juga wakil ketua OSIS,” kata Elvinus.

Kini, hampir satu bulan setelah peristiwa yang mengubah kondisi putrinya tersebut, keluarga masih menanti kepastian mengenai kondisi Febiola. Berbagai pemeriksaan terus dilakukan untuk mencari tahu penyebab gangguan yang dialaminya sekaligus menentukan penanganan yang paling tepat.

Elvinus mengatakan, berdasarkan keterangan tenaga medis, gangguan berbicara yang dialami anaknya diduga berkaitan dengan kondisi lidah yang tertarik ke dalam. Sementara mengenai gangguan ingatan, keluarga masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.

“Kalau kata psikiater soal sulit berbicara lidahnya tertarik ke dalam. Kalau soal ingatannya kami masih menunggu hasil. Maunya anakku ini dikasih pengobatan yang tepat biar jangan kembali lagi bolak-balik ke rumah sakit,” tutur Elvinus.

Di tengah ketidakpastian itu, satu harapan terus dipegang keluarga: Febiola bisa mendapatkan penanganan yang tepat dan perlahan kembali menjadi dirinya yang dulu.

Pihak RS Adam Malik mengatakan Febiola telah menjalani rawat jalan sejak 31 Agustus 2026. Kondisinya masih dipantau dan pemeriksaan saat ini berfokus pada aspek neurologi anak serta psikiatri.

Bagi keluarga, setiap pemeriksaan dan perkembangan kecil Febiola kini menjadi sesuatu yang sangat berarti. Mereka hanya ingin melihat kembali senyum, suara, dan sosok Febiola yang mereka kenal sebelum rangkaian kejadian tersebut mengubah kehidupannya.(*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *