Jakarta, Lini Indonesia – Tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani, menatap Polytron Indonesia Open 2026 dengan tekad yang semakin kuat. Bermain di hadapan publik sendiri di Istora Gelora Bung Karno pada 2–7 Juni mendatang, Putri memasang target tinggi: menembus podium.
“Targetnya ingin naik podium dulu,” kata Putri dikutip dari Antara.
Perjalanan Putri di Indonesia Open dalam tiga edisi terakhir memang penuh dinamika. Ia sempat mencapai babak kedua pada 2023, kemudian tersingkir lebih awal di 2024.
Namun, sinyal kebangkitan mulai terlihat tahun lalu saat ia berhasil melangkah hingga perempat final—hasil terbaiknya sejauh ini. Kini, dengan progres yang perlahan namun pasti, ambisi untuk naik podium terasa semakin nyata.
Meski begitu, Putri mengakui persiapannya belum sepenuhnya ideal. Ia baru saja kembali dari rangkaian turnamen di Eropa serta Kejuaraan Asia, sehingga belum sempat menjalani latihan intensif. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri, tetapi juga memicu semangatnya untuk segera mengejar ketertinggalan.
Menurutnya, jeda waktu sebelum Indonesia Open akan dimanfaatkan sebaik mungkin untuk memperbaiki berbagai aspek permainan. Mulai dari teknik, fisik, hingga kemampuan motorik akan diasah kembali agar tampil lebih siap saat bertanding nanti.
Lebih dalam, Putri juga melakukan evaluasi jujur terhadap penampilannya. Ia menyadari bahwa konsistensi dan fokus masih menjadi pekerjaan rumah terbesar. Dalam beberapa pertandingan terakhir, terutama di momen-momen krusial, ia merasa belum sepenuhnya berani mengambil keputusan.
“Keseluruhan lebih ke konsistensi dan fokus di lapangan. Itu yang harus jauh lebih diperhatikan,” ujarnya.
Hal itu terlihat saat ia menjalani laga sengit di Badminton Asia Championship 2026, di mana ia harus mengakui keunggulan pemain China, Gao Fangjie, setelah pertarungan tiga gim. Kekalahan tersebut meninggalkan pelajaran penting tentang bagaimana memaksimalkan peluang di poin-poin akhir.
Putri juga menyoroti perbedaan mencolok antara dirinya dengan para pemain elite dunia. Menurutnya, bukan hanya soal teknik, tetapi juga pola pikir dan konsistensi dalam menjalankan strategi yang menjadi pembeda utama.
Dengan segala evaluasi dan tekad yang semakin matang, Putri berharap bisa tampil lebih stabil di Istora. Di hadapan ribuan pendukung tuan rumah, ia ingin membuktikan bahwa dirinya mampu melangkah lebih jauh—dan mungkin, mewujudkan mimpi berdiri di podium Indonesia Open 2026.(*)







