Viral Teror Pocong di Tangerang Diduga Modus Perampokan

Pocong di Tangerang. foto: ist

Jakarta, Lini Indonesia – Isu mengenai teror sosok “pocong” yang disebut-sebut terjadi di wilayah Tangerang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial. Kabar tersebut dikaitkan dengan dugaan modus kejahatan yang bertujuan menakut-nakuti warga sebelum melakukan aksi kriminal.

Menanggapi viralnya informasi itu, Kapolresta Tangerang Kombes Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah percaya pada kabar yang belum dipastikan kebenarannya. Ia menegaskan warga perlu meningkatkan kewaspadaan tanpa terpancing kepanikan.

Read More

“Tingkatkan kewaspadaan, namun tenang dan tidak panik serta tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum tervalidasi dengan tidak menyebarkan kabar yang belum jelas kebenarannya,” ujarnya dikutip dari detik, Rabu (20/5/2026).

Dalam unggahan yang beredar, disebutkan sosok menyerupai pocong terlihat di wilayah Kecamatan Rajeg. Pelaku diduga sengaja menyamar untuk membuat penghuni rumah ketakutan hingga membuka pintu rumah. Setelah korban panik, pelaku disebut berpotensi melakukan tindak kriminal seperti pencurian atau perampokan.

Menurut Indra Waspada, situasi yang menimbulkan rasa takut di tengah masyarakat memang dapat dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan untuk melancarkan aksinya. Karena itu, ia mengingatkan masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

“Warga diimbau tetap waspada, namun jangan panik dan jangan mudah menyebarkan kabar yang belum jelas kebenarannya,” ujarnya, Selasa (19/5/2026).

Untuk menjaga keamanan lingkungan, pihak kepolisian akan meningkatkan patroli di kawasan permukiman, terutama pada malam hingga dini hari. Patroli tersebut melibatkan personel Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta perangkat lingkungan setempat.

Selain penguatan patroli, polisi juga mengajak masyarakat kembali mengaktifkan ronda malam atau siskamling guna mempersempit peluang terjadinya tindak kriminal di lingkungan warga.

“Kami mengimbau masyarakat menghidupkan kembali siskamling karena keamanan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama,” kata Indra.

Ia juga meminta warga segera melapor apabila menemukan aktivitas mencurigakan di sekitar tempat tinggal mereka. Laporan dapat disampaikan ke kantor polisi terdekat ataupun melalui layanan darurat 110 yang beroperasi selama 24 jam.

Meski isu tersebut masih ramai diperbincangkan di media sosial, kepolisian memastikan penyelidikan tetap dilakukan untuk mengungkap pihak yang diduga terlibat serta motif di balik aksi yang meresahkan masyarakat tersebut.

“Kami tetap melakukan pendalaman dan penyelidikan untuk mengetahui siapa pelakunya serta apa motif sebenarnya,” ujarnya.(*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *