Korban Siraman Air Keras Andrie Yunus Tak Bisa Lagi Membaca Huruf

Korban Siraman Air Keras Andrie Yunus. foto: ist

Jakarta, Lini Indonesia – Dokter spesialis mata Faraby Martha mengungkap kondisi penglihatan aktivis Andrie Yunus yang menjadi korban penyiraman air keras. Akibat luka yang dialaminya, Andrie disebut mengalami penurunan fungsi penglihatan sangat berat hingga tidak mampu membaca huruf.

Keterangan tersebut disampaikan Faraby saat menjadi saksi ahli dalam sidang kasus penyiraman air keras di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Read More

Dalam perkara itu, empat anggota militer duduk sebagai terdakwa, yakni Sersan Dua Edi Sudarko, Letnan Satu Budhi Hariyanto Widhi, Kapten Nandala Dwi Prasetyo, dan Letnan Satu Sami Lakka.

Dalam persidangan, Faraby menjelaskan dirinya telah melakukan pemeriksaan terhadap kondisi mata Andrie, termasuk kemampuan melihat cahaya, bayangan, serta membedakan warna. Namun hasil pemeriksaan menunjukkan penglihatan korban mengalami kerusakan serius.

Menurut Faraby, tes menggunakan chart Snellen yang biasa dipakai untuk mengukur ketajaman mata tidak dapat dilakukan secara normal karena Andrie bahkan tidak mampu melihat huruf berukuran paling besar sekalipun.

Ia menyebut kondisi penglihatan Andrie kini hanya mampu mengenali keberadaan cahaya, tanpa bisa melihat objek secara jelas.

“Jadi untuk penglihatan, fungsi penglihatan, kami tentu lakukan dengan chart Snellen ya. Iya. Tapi dalam hal Pak Andrie Yunus ini dia tidak bisa membaca huruf terbesar pun karena memang penglihatannya sangat buruk ya. Jadi dia hanya bisa membedakan cahaya. Ada atau tidaknya cahaya,” jawab Faraby dikutip dari detik.

Faraby juga mengungkap dirinya melakukan pemeriksaan terhadap Andrie pada 8 Mei lalu. Selain memeriksa kondisi mata, tim medis turut mengecek tingkat keasaman cairan yang mengenai korban.

Pemeriksaan dilakukan menggunakan alat pengukur tingkat keasaman atau pH strip di laboratorium. Dari hasil pemeriksaan, cairan tersebut memiliki tingkat pH tiga, jauh di bawah kondisi normal yang berada di angka tujuh.

Faraby menjelaskan semakin rendah angka pH, maka sifat asam cairan menjadi semakin kuat dan berbahaya bagi jaringan tubuh, termasuk mata. Kondisi itulah yang diduga menyebabkan kerusakan penglihatan berat pada Andrie Yunus.(*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *