Lokasari Jakarta Barat Diterpa Isu Prostitusi Anak, Polisi Dalami Video Viral

Lokasari Jakarta Barat Diterpa Isu Prostitusi Anak. foto:ist

Jakarta, Lini Indonesia – Aparat kepolisian tengah menelusuri kebenaran video yang viral di media sosial terkait dugaan praktik prostitusi anak di bawah umur di kawasan Lokasari, Tamansari, Jakarta Barat. Video tersebut memicu perhatian publik setelah memperlihatkan seseorang yang diduga mendapat tawaran jasa prostitusi di area tersebut.

Dalam video yang beredar, perekam disebut merupakan seorang warga negara Jepang. Saat berada di lokasi, ia tampak didekati beberapa orang yang diduga menawarkan layanan prostitusi. Terdengar pula sejumlah ucapan yang menyebut kata “seventeen” dan “perawan” kepada perekam.

Read More

Menanggapi viralnya rekaman tersebut, jajaran Polsek Tamansari langsung melakukan pengecekan ke lokasi yang disebut dalam video. Kapolsek Tamansari Kompol Bobby M. Zulfikar mengatakan pihaknya saat ini masih mengumpulkan berbagai informasi untuk memastikan fakta yang sebenarnya terjadi.

Menurut Bobby, penyelidikan masih berlangsung dan belum ada kesimpulan yang dapat diambil. Polisi masih mendalami isi video serta mencari keterangan dari berbagai pihak yang berkaitan dengan lokasi yang disebutkan dalam unggahan viral tersebut.

“Kami sudah mendapatkan statement dari RT RW dan pengelola Lokasari, bahwa di situ tidak terjadi hal yang seperti itu. Mereka juga mendukung atau support untuk mengusut permasalahan itu, juga menolak untuk perlakukan seperti itu (prostitusi),” jelasnya dikutip dari detik.

Sebagai bagian dari proses penyelidikan, kepolisian telah berkoordinasi dengan pengurus lingkungan setempat dan pengelola kawasan Lokasari. Dari hasil komunikasi awal, mereka menyampaikan bahwa tidak mengetahui adanya aktivitas prostitusi anak seperti yang dituduhkan dalam video yang beredar.

Pihak pengelola maupun perwakilan warga setempat disebut menyatakan dukungan terhadap langkah kepolisian untuk mengusut informasi tersebut secara menyeluruh. Mereka juga menegaskan tidak mentoleransi praktik prostitusi, terlebih jika melibatkan anak di bawah umur.

Meski telah menerima sejumlah keterangan awal, polisi menegaskan proses pendalaman masih terus dilakukan. Aparat berupaya mengumpulkan bukti dan informasi tambahan guna memastikan apakah dugaan yang ramai diperbincangkan di media sosial tersebut memiliki dasar yang kuat atau tidak.(*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *