Jakarta, Lini Indonesia – Sebuah video rekaman CCTV yang memperlihatkan seorang perempuan diduga menjadi korban tindakan tidak pantas saat sedang menunggu pesanan minuman viral di media sosial. Peristiwa tersebut disebut terjadi di Desa Gandarum, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, pada Kamis (3/7/2026) sore.
Dalam rekaman yang beredar, korban tampak berdiri di depan sebuah gerai minuman sambil menunggu pesanannya selesai disiapkan. Beberapa saat kemudian, seorang pria datang dari arah jalan dan menghampiri korban.
Awalnya tidak terlihat adanya hal yang mencurigakan. Namun, pria tersebut tiba-tiba mendekat ke arah wajah korban dan diduga mencium pipinya tanpa persetujuan. Korban yang tampak terkejut langsung bereaksi setelah insiden itu terjadi.
Video berdurasi singkat tersebut segera menyebar luas di berbagai platform media sosial dan mengundang perhatian publik. Banyak warganet menyampaikan rasa prihatin terhadap korban, sementara lainnya mengecam tindakan yang terekam dalam video tersebut.
Bersamaan dengan beredarnya rekaman CCTV, muncul narasi yang menyebut pria tersebut diduga merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Namun, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian maupun instansi terkait yang dapat memastikan identitas ataupun kondisi kejiwaan pria tersebut.
Informasi yang beredar di media sosial juga menyebut pria itu kerap terlihat berada di sekitar kawasan desa. Sejumlah unggahan bahkan mengklaim bahwa tindakannya diduga pernah membuat warga merasa tidak nyaman dan korban kemungkinan bukan hanya satu orang.
Selain itu, beberapa pengguna media sosial mengaku hampir mengalami kejadian serupa. Meski demikian, seluruh klaim tersebut masih sebatas informasi yang beredar di dunia maya dan belum dapat diverifikasi secara independen.
Viralnya video tersebut memicu kekhawatiran masyarakat mengenai keamanan di ruang publik, khususnya bagi perempuan. Warganet berharap aparat segera melakukan penelusuran agar kronologi kejadian dapat dipastikan sekaligus mencegah peristiwa serupa kembali terjadi.
Hingga artikel ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari aparat setempat mengenai perkembangan penanganan kasus tersebut, termasuk identitas pria yang terekam dalam video maupun langkah yang telah diambil oleh pihak berwenang. Informasi lebih lanjut masih menunggu hasil penyelidikan resmi.(*)







