Viral! Perjuangan Siswa dan Guru di Aceh Meniti Sisa Jembatan Rusak Demi ke Sekolah

Viral! Perjuangan Siswa dan Guru di Aceh Meniti Sisa Jembatan Rusak Demi ke Sekolah. foto: ist

Jakarta, Lini Indonesia – Perjuangan para siswa dan guru di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, untuk bisa sampai ke sekolah menyita perhatian publik. Foto dan video yang memperlihatkan mereka menyeberangi sungai melalui sisa-sisa jembatan gantung yang telah rusak viral di media sosial dan memunculkan keprihatinan banyak pihak.

Akses yang mereka lalui bukan lagi jembatan yang layak digunakan, melainkan hanya rangka dan tali yang tersisa setelah diterjang banjir pada November 2025. Meski berisiko tinggi, jalur tersebut tetap menjadi satu-satunya harapan bagi warga untuk beraktivitas, termasuk anak-anak yang ingin menuntut ilmu.

Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Aceh mendesak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) agar segera merealisasikan pembangunan kembali empat jembatan yang hingga kini belum diperbaiki pascabencana. Keempat jembatan itu tersebar di Kabupaten Gayo Lues, Aceh Barat, dan Aceh Utara.

Desakan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir Syamaun, atas arahan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem, saat menerima kunjungan Unsur Pengarah Penanggulangan Bencana BNPB, Prof. Muhammad Dirhamsyah, di ruang kerjanya pada Selasa (28/7/2026).

Menurut Nasir, pembangunan kembali jembatan-jembatan tersebut tidak bisa lagi ditunda karena berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat, terutama para pelajar yang setiap hari harus menghadapi risiko saat berangkat ke sekolah.

“Kami mendesak BNPB agar empat jembatan vital ini segera dibangun kembali. Penanganan ini sangat mendesak karena menyangkut keselamatan anak-anak sekolah dan keberlangsungan roda ekonomi warga,” ujar Nasir dilansir Kompas.

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian utama adalah Jembatan Gantung di Desa Kendawi, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues. Kerusakan parah pada jembatan itu memaksa siswa dan guru meniti sisa konstruksi untuk menyeberangi sungai. Rekaman perjuangan mereka kemudian menyebar luas di media sosial dan menggugah empati masyarakat.

Selain Jembatan Desa Kendawi, Pemerintah Aceh juga mengusulkan pembangunan kembali Jembatan Sikundo di Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, Jembatan Gantung Lhok Kuyun di Kecamatan Sawang, Aceh Utara, serta perbaikan Jembatan Gantung Penghubung yang menghubungkan Kecamatan Syamtalira Aron dengan Kecamatan Samudera di Aceh Utara.

Keempat jembatan tersebut memiliki peran penting sebagai jalur utama mobilitas warga. Tidak hanya menunjang kegiatan belajar-mengajar, keberadaannya juga menjadi akses vital bagi aktivitas ekonomi dan kehidupan sehari-hari masyarakat di wilayah tersebut.

Pemerintah Aceh berharap pemerintah pusat melalui BNPB segera memberikan prioritas terhadap rekonstruksi infrastruktur yang rusak akibat bencana.

Dengan begitu, proses pendidikan dapat kembali berjalan dengan aman, sementara aktivitas masyarakat dapat pulih tanpa harus dibayangi risiko setiap kali melintasi sungai.

Menanggapi usulan tersebut, Unsur Pengarah Penanggulangan Bencana BNPB, Muhammad Dirhamsyah, menyatakan komitmennya untuk mengawal percepatan pembangunan empat jembatan itu hingga ke pemerintah pusat.

Ia menegaskan bahwa seluruh usulan telah dicatat sebagai prioritas dan akan disampaikan langsung kepada Kepala BNPB. Menurutnya, pemulihan konektivitas antarwilayah harus segera dilakukan agar kehidupan sosial dan roda perekonomian masyarakat dapat kembali berjalan normal.

“Kami telah mencatat seluruh usulan prioritas ini dan siap menyampaikannya secara langsung kepada Kepala BNPB pusat,” kata Dirhamsyah.(*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *