Jakarta, Lini Indonesia – Lionel Messi akhirnya mengambil keputusan besar yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu pertanyaan terbesar dalam sepak bola dunia. Megabintang asal Argentina itu mengumumkan bahwa dirinya akan mengakhiri perjalanan bersama tim nasional negaranya.
Messi menyampaikan keputusan tersebut melalui unggahan di Instagram pada Senin (31/8/2026). Pengumuman itu sekaligus menandai berakhirnya perjalanan panjang La Pulga bersama Argentina yang telah berlangsung selama lebih dari dua dekade.
Keputusan tersebut datang tidak lama setelah Argentina tampil di final Piala Dunia 2026. Dalam pertandingan yang berlangsung di New York New Jersey Stadium, Argentina harus mengakui keunggulan Spanyol dengan skor 0-1 setelah pertandingan berjalan hingga perpanjangan waktu.
Messi mengakui bahwa keputusan untuk meninggalkan tim nasional bukan sesuatu yang mudah. Ia bahkan telah memikirkan keputusannya sejak beberapa waktu setelah final Piala Dunia tersebut.
“Saya meninggalkan semuanya di lapangan dan tidak ada lagi yang tersisa untuk saya berikan,” tulis Messi dalam pesannya, sebagaimana dikutip FIFA.
Bagi Messi, keputusan ini bukan sekadar soal usia. Pemain yang kini berusia 39 tahun itu juga melihat munculnya generasi baru di tubuh Argentina yang dinilainya layak mendapatkan kesempatan lebih besar.
Ia mengaku masih memiliki rasa cinta yang sangat besar terhadap seragam Argentina. Namun, setelah memberikan seluruh kemampuannya selama bertahun-tahun, Messi merasa waktunya untuk membuka jalan bagi pemain-pemain muda telah tiba.
21 Tahun Bersama Argentina
Perjalanan Messi bersama tim nasional Argentina dimulai pada 2005. Dari seorang pemain muda yang sempat menghadapi berbagai kritik, ia kemudian berkembang menjadi kapten sekaligus pemain paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola Argentina.
Selama membela tim senior, Messi mencatatkan 207 penampilan dan mencetak 125 gol. Catatan tersebut membuatnya menjadi pemain dengan jumlah penampilan sekaligus pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Argentina.
Perjalanan itu tidak selalu berjalan mulus.
Messi pernah merasakan pahitnya kekalahan di sejumlah final bersama Argentina. Piala Dunia 2014 menjadi salah satu momen paling menyakitkan setelah Argentina kalah dari Jerman di partai puncak.
Dua tahun kemudian, Messi bahkan sempat memutuskan pensiun dari tim nasional setelah Argentina kembali gagal menjadi juara Copa America. Namun, keputusan tersebut tidak bertahan lama.
Ia kembali mengenakan seragam Argentina dan kemudian memasuki periode terbaik dalam karier internasionalnya.
Dari Penantian Panjang Menuju Era Kejayaan
Titik balik Messi bersama Argentina terjadi pada Copa America 2021. Untuk pertama kalinya, ia berhasil mengangkat trofi utama bersama tim senior negaranya.
Kesuksesan itu kemudian berlanjut ke Finalissima 2022 dan puncaknya adalah Piala Dunia 2022 di Qatar.
Di turnamen tersebut, Messi memimpin Argentina meraih gelar juara dunia setelah melalui final dramatis melawan Prancis. Trofi itu sekaligus mengakhiri penantian panjang Argentina sejak terakhir kali menjadi juara dunia pada 1986.
Setahun kemudian, FIFA menggambarkan perjalanan Messi bersama Argentina sebagai kisah penebusan setelah sebelumnya berkali-kali gagal di pertandingan final.
Messi juga kembali membawa Argentina menjadi juara Copa America pada 2024. Setelah berbagai kegagalan di masa lalu, karier internasionalnya berubah menjadi rangkaian kesuksesan yang sulit ditandingi.
Piala Dunia 2026 Menjadi Penutup
Piala Dunia 2026 pada akhirnya menjadi turnamen terakhir Messi bersama Argentina.
Meski gagal mengakhiri perjalanan dengan trofi, Messi tetap membawa Argentina hingga pertandingan final. Kekalahan dari Spanyol menjadi pertandingan terakhirnya dalam seragam biru-putih di panggung Piala Dunia.
Dengan keputusan tersebut, era Messi bersama Argentina resmi memasuki halaman terakhir.
Namun, pensiun dari tim nasional tidak berarti Messi berhenti bermain sepak bola sepenuhnya. Ia masih melanjutkan karier di level klub bersama Inter Miami.
Dengan demikian, para penggemar sepak bola masih berpeluang melihat Messi bermain di lapangan. Hanya saja, mulai setelah keputusan ini, tidak akan ada lagi penantian untuk melihat sang kapten mengenakan nomor 10 Argentina dalam pertandingan internasional.
Bagi Argentina, kehilangan Messi bukan sekadar kehilangan seorang pemain. Mereka kehilangan sosok yang selama lebih dari 20 tahun menjadi wajah utama sepak bola negaranya.
Dari pemain muda yang pernah merasakan kegagalan di berbagai final hingga akhirnya mengangkat trofi Piala Dunia, perjalanan Messi bersama Argentina telah lengkap.
Kini, setelah 207 pertandingan dan 125 gol, sang legenda memilih menutup bab tersebut.
Messi pergi dari tim nasional dengan membawa hampir seluruh pencapaian yang pernah diimpikan seorang pesepak bola. Dan meski seragam Argentina tak lagi akan dikenakannya, jejak nomor 10 itu akan tetap menjadi bagian penting dari sejarah sepak bola negara tersebut.(*)






