Amri/Nita Debut di Kejuaraan Dunia 2026, Langsung Persembahkan Medali Perunggu

Amri/Nita Debut di Kejuaraan Dunia 2026, Langsung Persembahkan Medali Perunggu. foto: ist

Jakarta, Lini Indonesia – Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah mencatatkan debut impresif di Kejuaraan Dunia BWF 2026. Baru tampil untuk pertama kalinya di ajang bergengsi tersebut, pasangan ganda campuran Indonesia itu langsung berhasil membawa pulang medali perunggu.

Pencapaian tersebut menjadi suntikan kepercayaan diri bagi Amri/Nita sekaligus harapan baru bagi sektor ganda campuran Indonesia yang sedang membangun kembali kekuatannya di persaingan dunia.

Langkah Amri/Nita terhenti di semifinal setelah harus mengakui keunggulan pasangan nomor satu dunia asal China, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping. Meski gagal melaju ke partai puncak, pasangan Indonesia memberikan perlawanan sengit selama 97 menit.

Amri/Nita bahkan nyaris menciptakan kejutan setelah merebut gim pertama dengan skor 22-20. Namun, Feng/Huang mampu bangkit dan mengambil gim kedua 21-14.

Pertandingan semakin menegangkan pada gim penentuan. Kedua pasangan terus berkejaran hingga skor mencapai 20-20. Sayangnya, Amri/Nita akhirnya harus menyerah 20-22 dan mengakhiri perjuangan mereka di babak semifinal.

Kendati kalah, penampilan tersebut justru memperlihatkan bahwa Amri/Nita mampu memberikan perlawanan kepada pasangan terbaik dunia. Bagi Amri, hasil tersebut menjadi modal penting untuk meningkatkan performa mereka pada turnamen-turnamen berikutnya.

“Ini menambah kepercayaan diri buat kami berdua untuk bisa konsisten tampil seperti ini. Kami harus menambah latihan supaya bisa lebih baik lagi. Semoga podium berikutnya bisa lebih tinggi,” ujar Amri dalam keterangan PBSI, Sabtu.

Medali perunggu yang diraih pada debut Kejuaraan Dunia itu juga memiliki arti penting bagi sektor ganda campuran Indonesia. Amri berharap pencapaian mereka dapat menjadi pemicu semangat bagi para pemain dan pelatih untuk kembali membangun kekuatan sektor tersebut dari awal.

“Semoga hasil ini memotivasi tim ganda campuran yang mulai dari nol lagi. Ayo bareng-bareng teman-teman, para pelatih, adik-adik, kita kerja keras lagi, kita coba lagi semaksimal mungkin,” kata Amri.

Performa Amri/Nita di New Delhi juga menunjukkan mental bertanding yang cukup kuat. Pada gim pertama, mereka sempat berada dalam tekanan sebelum mampu membalikkan keadaan dan mengamankan kemenangan.

Nita mengatakan mereka berusaha tidak terlalu memikirkan posisi skor. Fokus utama mereka adalah mencari solusi dari setiap situasi yang muncul di lapangan.

“Kami coba mencari poin sebanyak mungkin dan fokus ke permainan. Sama-sama cari jalan keluar, harus bagaimana dan harus main apa. Akhirnya kami bisa mengejar dan berbalik mengambil keunggulan,” tutur Nita.

Pada gim ketiga, pola yang sama kembali terlihat. Amri/Nita terus menjaga peluang hingga pertandingan memasuki fase kritis. Namun, ketika skor sama kuat 20-20, pasangan China dinilai lebih berani dalam mengambil keputusan.

“Kami terus komunikasi karena pertandingan belum selesai dan masih ada kesempatan. Tapi mungkin saat setting kami kalah nekat dari mereka,” ujar Nita.

Sementara itu, Amri mengaku telah melakukan persiapan khusus sebelum menghadapi Feng/Huang. Ia mempelajari permainan pasangan nomor satu dunia tersebut agar bisa tampil lebih percaya diri di semifinal.

Persiapan itu membuat Amri/Nita mampu bermain lebih lepas meski menghadapi lawan dengan status unggulan teratas.

“Saya merasakan gairah yang lebih dari malam sebelumnya. Saya ingin sekali tampil maksimal di semifinal. Saya benar-benar mempelajari permainan mereka dan mungkin itu yang membuat kami bisa bermain lebih lepas,” kata Amri.

Bagi Nita, medali perunggu tersebut bukan sekadar pencapaian pribadi. Ia mempersembahkannya untuk Indonesia, keluarga, pelatih, serta seluruh pihak yang selama ini memberikan kepercayaan kepada mereka.

“Medali perunggu ini untuk Indonesia dan semua yang selalu percaya bahwa kami masih bisa bersaing. Untuk keluarga dan pelatih juga,” ujar Nita.

Debut langsung dengan medali perunggu membuat Amri/Nita kini memiliki pijakan penting untuk melangkah lebih jauh. Tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi sekaligus membuktikan bahwa pencapaian di Kejuaraan Dunia 2026 bukan sekadar kejutan sesaat, melainkan awal dari kebangkitan ganda campuran Indonesia.(*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *