Jakarta, Lini Indonesia – Asian Games 2026 Aichi-Nagoya akan menjadi panggung baru bagi sebagian besar pebulu tangkis Indonesia. Dari 20 pemain yang dipilih PP PBSI untuk memperkuat Merah Putih, sebanyak 13 di antaranya akan merasakan atmosfer Asian Games untuk pertama kalinya.
Kesempatan tersebut menjadi momen penting, terutama bagi para pemain muda yang kini mendapat kepercayaan untuk tampil di ajang olahraga terbesar di Asia. Mereka tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga mengemban harapan Indonesia di tengah persaingan ketat antarpemain terbaik Asia.
Ke-13 pemain yang akan menjalani debut tersebut adalah Alwi Farhan, Moh Zaki Ubaidillah, Muhamad Yusuf, Muhammad Shohibul Fikri, Nikolaus Joaquin, Amri Syahnawi, Thalita Ramadhani Wiryawan, Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi, Mutiara Ayu Puspitasari, Rachel Allessya Rose, Febi Setianingrum, Meilysa Trias Puspitasari, dan Nita Violina Marwah.
Bagi mereka, Asian Games 2026 akan menjadi pengalaman yang berbeda dibandingkan turnamen-turnamen reguler. Tekanan pertandingan, atmosfer multievent, hingga tanggung jawab membawa nama Indonesia akan menjadi tantangan tersendiri.
Namun, skuad Indonesia juga tidak sepenuhnya diisi wajah baru. Tujuh pemain lainnya sudah pernah merasakan kerasnya persaingan Asian Games pada edisi sebelumnya di Hangzhou 2022.
Mereka adalah Jonatan Christie, Fajar Alfian, Leo Rolly Carnando, Daniel Marthin, Putri Kusuma Wardani, Febriana Dwipuji Kusuma, dan Siti Fadia Silva Ramadhanti.
Di antara para pemain tersebut, Jonatan dan Fajar menjadi sosok dengan pengalaman paling panjang. Keduanya bahkan akan mencatatkan penampilan ketiga di Asian Games saat turun di Aichi-Nagoya.
Perjalanan Jonatan di Asian Games dimulai pada edisi Jakarta-Palembang 2018. Kala itu, ia sukses merebut medali emas tunggal putra dan menjadi salah satu pahlawan Indonesia di hadapan publik sendiri.
Fajar juga memiliki kenangan manis dari Asian Games 2018. Berpasangan dengan Muhammad Rian Ardianto, ia membawa pulang medali perak dari nomor ganda putra. Fajar dan Jonatan juga menjadi bagian dari tim putra Indonesia yang berhasil meraih medali perak pada nomor beregu.
Empat tahun kemudian, keduanya kembali memperkuat Indonesia di Hangzhou. Kali ini mereka tampil bersama Leo, Daniel, Putri, Febriana, dan Fadia yang juga kembali mendapat kepercayaan untuk membela Merah Putih di Aichi-Nagoya.
Dengan kombinasi pemain berpengalaman dan para debutan, Indonesia berharap memiliki kekuatan yang cukup untuk bersaing di Asian Games 2026.
Pengalaman Jonatan dan Fajar diharapkan bisa menjadi modal penting, sementara para pemain yang baru pertama kali tampil dituntut mampu menunjukkan keberanian di panggung besar.
Pertandingan bulu tangkis Asian Games 2026 akan diawali nomor beregu yang dijadwalkan berlangsung pada 20-24 September. Setelah itu, persaingan berlanjut ke nomor perseorangan pada 25-29 September.
PP PBSI pun menempatkan nomor beregu sebagai prioritas awal. Performa setiap pemain akan sangat menentukan kekuatan Indonesia dalam upaya meraih hasil terbaik bersama.
“Fokus utama kami adalah nomor beregu terlebih dahulu. Kami ingin seluruh pemain bisa tampil maksimal dan memberikan kontribusi terbaik,” ujar Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Eng Hian.
Bagi 13 debutan, inilah kesempatan untuk membuktikan bahwa mereka layak berada di panggung sebesar Asian Games. Sementara bagi Jonatan dan Fajar, Aichi-Nagoya menjadi kesempatan untuk kembali menambah cerita dalam perjalanan panjang mereka bersama Indonesia.(*)







