Jakarta, Lini Indonesia – Grup Djarum kembali memperbesar pijakannya di industri media digital Indonesia. Setelah sebelumnya mengambil alih kendali Kumparan, grup usaha milik keluarga Hartono tersebut kini menjadi pengendali PT Narasi Citra Sahwahita, perusahaan yang menaungi media digital Narasi.
Pengambilalihan dilakukan melalui PT Global Digital International (GDI), entitas investasi yang berada di bawah GDP Venture milik Grup Djarum. Perubahan pengendali tersebut telah mendapat persetujuan seluruh pemegang saham dan diberitahukan kepada Menteri Hukum pada 2 September 2026.
Nilai transaksi akuisisi tersebut hingga kini belum dipublikasikan. Namun, langkah Djarum mengambil alih Narasi menarik perhatian karena perusahaan tersebut sebenarnya bukan aset yang sama sekali baru bagi grup tersebut.
GDP Venture diketahui sudah menjadi investor Narasi sejak putaran pendanaan awal pada November 2018, bersama Go-Ventures. Artinya, Grup Djarum telah memiliki hubungan dengan Narasi sejak awal perjalanan media yang didirikan oleh Najwa Shihab, Dahlia Citra, dan Catharina Davy tersebut.
Dari posisi sebagai investor, Djarum kini bergerak lebih jauh dengan mengambil kendali perusahaan. Berdasarkan dokumen perusahaan yang dilaporkan DealStreetAsia, GDI tercatat menguasai 6.910 dari 6.911 saham PT Narasi Citra Sahwahita atau sekitar 99,99 persen. Satu saham lainnya dimiliki PT Merah Cipta Media, perusahaan yang juga terafiliasi dengan Grup Djarum.
Memperkuat Portofolio Media Digital
Tidak ada keterangan resmi yang secara spesifik menyebut alasan Djarum memilih Narasi sebagai target akuisisi. Namun, langkah tersebut dapat dilihat sebagai bagian dari strategi yang lebih luas untuk memperkuat portofolio bisnis digital dan media.
Jejak GDP Venture di sektor digital sendiri sudah berlangsung cukup lama. Selain Narasi, perusahaan investasi yang berada dalam ekosistem Grup Djarum tersebut juga memiliki keterlibatan dalam sejumlah bisnis digital dan media.
Akuisisi Narasi juga terjadi tidak lama setelah GDI mengambil alih kendali Kumparan. Dua transaksi tersebut membuat Grup Djarum memiliki posisi yang semakin kuat di antara perusahaan media digital nasional. Dealroom menilai rangkaian transaksi tersebut sebagai sinyal adanya upaya membangun portofolio media digital yang lebih luas di Indonesia.
Dengan demikian, Narasi bisa menjadi pelengkap bagi portofolio media yang sudah dibangun Djarum. Bukan hanya memiliki bisnis media sebagai aset investasi, penguasaan perusahaan memungkinkan grup tersebut mempunyai kendali lebih besar terhadap pengembangan bisnis dan arah perusahaan di masa mendatang.
Narasi Punya Nilai Strategis
Narasi memiliki karakter yang berbeda dari sekadar portal berita. Sejak berdiri pada 2018, perusahaan ini berkembang sebagai media digital yang mengandalkan berbagai format konten dan memiliki nama besar Najwa Shihab sebagai salah satu pendirinya.
Karena itu, ketertarikan Djarum terhadap Narasi kemungkinan tidak hanya berkaitan dengan bisnis pemberitaan, tetapi juga dengan aset digital, audiens, merek, serta kemampuan produksi konten yang telah dibangun selama bertahun-tahun.
Dalam industri media digital, kepemilikan terhadap perusahaan dengan basis audiens dan merek yang sudah dikenal dapat memberikan keuntungan strategis dibandingkan membangun media baru dari awal.
Langkah tersebut juga sejalan dengan perkembangan bisnis Grup Djarum yang semakin luas di sektor digital. GDP Venture selama ini dikenal sebagai kendaraan investasi yang aktif masuk ke berbagai perusahaan teknologi dan digital.
Dari Investor Menjadi Pengendali
Akuisisi Narasi menunjukkan perubahan penting dalam hubungan Djarum dengan perusahaan media tersebut. Jika sebelumnya GDP Venture berada dalam posisi sebagai investor, kini kendali perusahaan beralih ke GDI.
Perubahan ini menjadi semakin menarik karena dilakukan setelah Djarum memperkuat posisi di Kumparan. Dua langkah tersebut memperlihatkan bahwa bisnis media digital tampaknya semakin mendapat tempat dalam strategi investasi grup.
Meski demikian, alasan pasti Djarum mengakuisisi Narasi serta rencana pengembangan perusahaan setelah transaksi belum dijelaskan secara terbuka oleh pihak Djarum maupun Narasi.
Yang sudah terlihat jelas, akuisisi tersebut memperluas kendali Grup Djarum atas bisnis media digital Indonesia dan menambah Narasi ke dalam portofolio media yang sebelumnya telah mereka bangun.(*)







