Duet Indonesia Menggebrak Madrid! Janice/Aldila Hadapi Ujian Berat di Babak Awal

Jakarta, Lini Indonesia – Harapan baru kembali menyertai langkah Janice Tjen saat ia membuka musim tanah liat 2026 dengan tantangan besar di Madrid Open 2026. Bukan hanya tampil di sektor tunggal, Janice juga akan berduet dengan kompatriotnya, Aldila Sutjiadi, di nomor ganda.

Pasangan Indonesia ini dijadwalkan menghadapi duo kuat Marta Kostyuk / Clara Tauson pada babak pertama. Laga ini jelas bukan ujian ringan, mengingat kualitas lawan yang sudah teruji di level elite.

Read More

Janice dan Aldila sendiri datang dengan modal yang cukup menjanjikan. Mereka sempat mencuri perhatian setelah meraih gelar di Chennai Open 2025. Namun, konsistensi masih menjadi pekerjaan rumah, terlihat dari hasil di Charleston Open 2026 yang berakhir cepat di babak pertama.

Di sektor tunggal, situasi yang dihadapi Janice juga tak kalah dinamis. Awalnya ia dijadwalkan menghadapi Maria Sakkari, namun perubahan daftar unggulan membuat pertandingan itu batal.

Kini, Janice harus bersiap melawan Alina Charaeva di laga pembuka—sebuah duel yang tetap menuntut fokus penuh meski di atas kertas ia lebih diunggulkan.

Perjalanan Janice menuju Madrid tidak sepenuhnya mulus. Cedera sempat memaksanya mundur dari Rouen Open 2026, setelah sebelumnya membela Indonesia di Billie Jean King Cup Asia/Oceania Group I 2026.

Meski begitu, kontribusinya untuk tim Merah Putih sangat berarti, membantu Indonesia melangkah ke babak play-off qualifier.

Namun jika menengok performa individu, Janice sedang berada dalam fase yang menantang. Empat turnamen terakhir belum mampu ia lewati dengan kemenangan, termasuk di Indian Wells 2026 dan Miami Open 2026.

Padahal sebelumnya, ia sempat tampil impresif di rangkaian turnamen Timur Tengah hingga menembus 40 besar dunia—sebuah pencapaian penting dalam kariernya.

Kini, Madrid menjadi panggung pembuktian. Di tengah tekanan dan ekspektasi, Janice tidak hanya bertarung melawan lawan di lapangan, tetapi juga melawan keraguan yang sempat muncul akibat hasil-hasil sebelumnya.

Jika mampu menemukan kembali ritme permainannya, bukan tidak mungkin turnamen ini menjadi titik balik—momen di mana Janice kembali menunjukkan bahwa ia layak diperhitungkan di level tertinggi tenis dunia.(*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *