Viral Video Aktivis Flotilla Gaza Diborgol dan Dipaksa Berlutut oleh Israel

Video Aktivis Flotilla Gaza Diborgol dan Dipaksa Berlutut oleh Israel. foto: ist

Jakarta, Lini Indonesia – Aktivis kemanusiaan yang tergabung dalam misi flotilla menuju Gaza dilaporkan mengalami perlakuan keras setelah ditahan aparat Israel usai kapal mereka dicegat di perairan internasional.

Sejumlah rekaman video yang beredar memperlihatkan para aktivis dipaksa berlutut hingga menundukkan badan ke lantai dengan tangan diborgol di belakang tubuh mereka.

Aparat keamanan Israel tampak berdiri mengelilingi para tahanan selama proses penahanan berlangsung.

Para peserta diketahui berasal dari Global Sumud Flotilla (GSF), kelompok yang mengorganisasi pelayaran bantuan menuju Jalur Gaza. Pencegatan dilakukan ketika puluhan kapal flotilla tengah berlayar membawa bantuan kemanusiaan dan solidaritas internasional untuk warga Palestina.

Situasi menjadi sorotan setelah Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, mendatangi lokasi penahanan di Pelabuhan Ashdod pada Rabu (20/5/2026).

Dalam video yang beredar, para aktivis terlihat tetap dalam posisi berlutut dan diborgol saat Ben Gvir berjalan melewati mereka bersama aparat keamanan. Ia juga terdengar melontarkan komentar bernada penghinaan sambil mengibarkan bendera Israel.

“Mereka datang dengan penuh kebanggaan sebagai pahlawan besar. Lihat bagaimana mereka sekarang, lihat, lihat bagaimana mereka sekarang. Bukan pahlawan atau apa pun, pendukung teroris,” ucap Ben Gvir sambil mengibarkan bendera Israel.

Rekaman tersebut memicu gelombang kecaman internasional. Banyak pihak menilai perlakuan terhadap para aktivis kemanusiaan itu tidak manusiawi dan mempermalukan para tahanan di depan publik.

Global Sumud Flotilla menyatakan lebih dari 420 peserta dari sekitar 40 negara telah ditahan dalam operasi pencegatan tersebut. Sementara itu, Italia dan Prancis dilaporkan memanggil duta besar Israel untuk meminta penjelasan terkait perlakuan terhadap para aktivis flotilla Gaza.(*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *