Jakarta, Lini Indonesia – Seorang wanita berusia 21 tahun meninggal dunia saat mengikuti aktivitas bungee jump di Jembatan Skeleton, Kota Limeira, Negara Bagian São Paulo, Brasil, pada Sabtu. Korban diduga terjatuh setelah melompat tanpa tali pengaman utama yang seharusnya terpasang sebelum lompatan dilakukan.
Kepolisian Militer Brasil mengonfirmasi bahwa insiden tersebut terjadi dalam kegiatan bungee jump yang diselenggarakan oleh sebuah perusahaan swasta. Berdasarkan informasi awal, tali pengaman belum terhubung ke tubuh peserta saat korban melakukan lompatan dari jembatan.
Akibat peristiwa itu, enam orang telah diamankan oleh pihak berwenang karena diduga terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Mereka saat ini menjalani pemeriksaan untuk mendalami kemungkinan adanya unsur kelalaian yang menyebabkan korban kehilangan nyawanya.
Petugas layanan darurat yang tiba di lokasi segera memberikan penanganan. Namun, korban dinyatakan mengalami henti jantung dan pernapasan. Ia meninggal dunia di lokasi kejadian sebelum jenazahnya dibawa ke Institut Kedokteran Forensik untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.
Peristiwa tragis tersebut sempat terekam video dan rekamannya kemudian beredar luas di media sosial, memicu perhatian serta keprihatinan publik.
Sementara itu, Pemerintah Kota Limeira menyatakan akan melayangkan gugatan terhadap pemerintah federal Brasil. Menurut pemerintah kota, sejak awal 2025 mereka telah mengajukan sejumlah permintaan kepada otoritas federal agar menerapkan langkah-langkah keselamatan di kawasan jembatan tersebut, tetapi hingga kini belum mendapat tanggapan.
Dalam pernyataannya, pemerintah kota menegaskan bahwa tragedi yang terjadi pada Sabtu tersebut menunjukkan bahwa “kelanjutan dari pengabaian ini sudah tidak dapat dipertahankan lagi.”
Pemerintah Kota Limeira juga menekankan bahwa tanggung jawab terkait pengawasan, pemeliharaan, dan pengendalian akses menuju jembatan “sepenuhnya berada” di tangan pemerintah federal.
Dikutip dari Democrata, Wali Kota Limeira, Murilo Félix, turut mendesak adanya penyelidikan menyeluruh terkait kasus tersebut.
“Perlu ditentukan siapa yang bertanggung jawab atas tidak adanya pengendalian akses ke kawasan federal yang selama bertahun-tahun diketahui memiliki risiko, namun masih belum dilengkapi langkah-langkah perlindungan yang diperlukan,” ujar Murilo Félix.
Hingga saat ini, penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap secara rinci kronologi kejadian serta menentukan pihak-pihak yang harus bertanggung jawab atas insiden yang menewaskan wanita muda tersebut.(*)







