Jakarta, Lini Indonesia – Sebuah video yang memperlihatkan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa diduga mengunjungi sebuah klinik alternatif di Sukoharjo, Jawa Tengah, ramai beredar di media sosial. Rekaman tersebut memicu berbagai spekulasi mengenai kondisi kesehatan Purbaya.
Menanggapi kabar yang viral itu, Purbaya memastikan dirinya dalam keadaan sehat. Ia menegaskan bahwa kedatangannya ke lokasi tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan urusan pengobatan, melainkan hanya untuk memenuhi agenda keluarga.
“Sehat. Itu ngunjungin saudara istri,” kata Purbaya, Selasa (21/7/2026) dikutip cnn.
Purbaya juga mengaku baru mengetahui kunjungannya menjadi bahan perbincangan publik setelah video tersebut ramai beredar di media sosial.
“Sehat. Tahu dari mana (soal kunjungan itu)?” ujarnya.
Dalam video yang viral, Purbaya terlihat turun dari sebuah mobil berwarna hitam pada malam hari sebelum memasuki sebuah rumah. Seorang perempuan yang berada di dalam kendaraan yang sama juga tampak ikut masuk ke bangunan tersebut.
Video itu disertai narasi yang menyebut Purbaya mendatangi sebuah klinik alternatif usai menghadiri rangkaian kegiatan di Daerah Istimewa Yogyakarta pada Kamis (16/7/2026).
Sebelumnya, Purbaya menghadiri pembukaan Pasar Rakyat UMi 2026 sekaligus menyerahkan bantuan dalam Program Ekosistem Becak Kayuh Listrik Pariwisata (Bekalista). Acara tersebut turut dihadiri Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X.
Pasar Rakyat UMi merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Pusat Investasi Pemerintah (PIP), salah satu special mission vehicle Kementerian Keuangan.
Program ini bertujuan memperluas akses pembiayaan sekaligus memberdayakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya mereka yang belum dapat mengakses layanan perbankan.
Sementara itu, Program Bekalista merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mendukung pengembangan UMKM, menjaga keberlangsungan transportasi tradisional berupa becak kayuh, sekaligus mempercepat penerapan kawasan rendah emisi (low emission zone) di wilayah Malioboro, Yogyakarta.
Melalui kolaborasi Kementerian Keuangan dan sejumlah mitra, program tersebut telah menjangkau 80 pengayuh becak di Kota Yogyakarta dan sekitarnya. Seluruh penerima manfaat disebut telah melalui proses seleksi, kurasi, dan verifikasi sebelum mendapatkan bantuan.(*)







