Viral Disebut Mirip Visualisasi Yesus, Pedagang Kambing di Kota Batu: Saya Hanya Menjalankan Sunah Rasul

Viral Disebut Mirip Visualisasi Yesus, Pedagang Kambing di Kota Batu: Saya Hanya Menjalankan Sunah Rasul. foto: ist

Jakarta, Lini Indonesia – Seorang pedagang kambing asal Kota Batu, Jawa Timur, bernama Faiq Muhammad Alkatiri mendadak menjadi perbincangan di media sosial. Perhatian warganet tertuju pada penampilannya yang dinilai menyerupai visualisasi sosok Yesus yang kerap digambarkan dalam berbagai karya seni maupun budaya populer.

Menanggapi ramainya pembahasan tersebut, Faiq mengaku tidak mempermasalahkannya. Ia justru menilai anggapan itu muncul di luar niat awalnya dalam memilih gaya berpenampilan.

Menurut Faiq, rambut panjang dan janggut yang dipeliharanya bukan untuk menyerupai tokoh tertentu, melainkan sebagai bentuk usahanya mengikuti sunah Nabi Muhammad SAW.

“Saya memang memilih berambut panjang dan memelihara janggut karena ingin mengikuti sunah Rasul. Setahu saya, beliau digambarkan memiliki rambut yang panjang dan berjanggut. Kebetulan pakaian yang saya kenakan saat video itu juga seperti yang biasa saya pakai,” ujar Faiq dikutip dari detik.

Pria yang telah dikaruniai tiga orang anak itu mengatakan dirinya sudah mempertahankan rambut gondrong sejak sekitar tahun 2006. Selain karena menyukai gaya tersebut sejak lama, ia juga merasa penampilan itu selaras dengan keyakinannya dalam menjalankan sunah yang menurutnya mudah diamalkan.

“Saya memang dari dulu suka rambut panjang. Lalu janggut saya tumbuh, jadi saya biarkan saja. Buat saya, ini salah satu sunah yang paling mudah dijalankan,” tuturnya.

Faiq mengaku sama sekali tidak menyangka penampilannya kemudian dikaitkan dengan visualisasi Yesus oleh banyak pengguna media sosial. Meski begitu, ia tidak merasa keberatan ataupun tersinggung dengan anggapan tersebut.

Ia menjelaskan bahwa dalam ajaran Islam, Nabi Isa AS merupakan sosok yang sangat dimuliakan dan termasuk salah satu nabi yang wajib diimani oleh umat Islam. Karena itu, menurutnya, tidak ada alasan untuk merasa marah selama tidak ada pihak yang bermaksud menghina atau menyinggung keyakinan orang lain.

“Kalau ada yang menganggap saya mirip visualisasi Yesus, saya tidak masalah. Dalam Islam, Nabi Isa juga manusia yang mulia. Yang terpenting bagi saya adalah jangan sampai ucapan atau candaan itu menyakiti ataupun menyinggung orang lain,” kata Faiq.

Sikap santai Faiq dalam menanggapi komentar warganet pun mendapat perhatian. Di tengah ramainya perbincangan di media sosial, ia menegaskan bahwa tujuan utamanya hanyalah menjalankan apa yang diyakininya sebagai bagian dari sunah Rasul, bukan untuk meniru atau menyerupai tokoh agama tertentu.(*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *