Viral Remaja di Sidoarjo Terima Pesanan Ojol Tanpa Busana, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan

Viral Remaja di Sidoarjo Terima Pesanan Ojol Tanpa Busana, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan. foto: ist

Jakarta, Lini Indonesia – Seorang remaja berusia 18 tahun di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, menjadi sorotan publik setelah aksinya menerima pesanan ojek online (ojol) tanpa mengenakan busana viral di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi di Desa Dukuh Tengah, Kecamatan Buduran.

Insiden bermula ketika remaja itu memesan minuman instan senilai Rp6.800 melalui aplikasi layanan antar. Namun, saat kurir tiba di lokasi untuk mengantarkan pesanan, ia dibuat terkejut karena mendapati pemesan berada di teras rumah dalam kondisi telanjang.

Read More

Menurut informasi yang beredar, remaja tersebut terlihat tidur tengkurap sambil memeluk guling ketika driver ojol datang mengantarkan pesanannya. Kejadian itu kemudian menjadi perhatian warga dan ramai dibagikan di media sosial.

Kapolsek Buduran Kompol Sugeng Sulistiyono membenarkan bahwa peristiwa tersebut memang terjadi dan melibatkan warga Desa Dukuh Tengah yang berada di wilayah hukum Polsek Buduran.

Menindaklanjuti laporan yang diterima, aparat kepolisian bersama perangkat desa langsung mendatangi rumah remaja tersebut untuk melakukan koordinasi. Orang tua yang bersangkutan juga dipanggil ke balai desa guna dimintai keterangan terkait kejadian tersebut.

Pihak kepolisian menyebut remaja tersebut telah mendapatkan pembinaan dan arahan agar tidak mengulangi perbuatannya. Selain itu, keluarga juga diingatkan mengenai pentingnya menjaga norma serta etika dalam kehidupan bermasyarakat.

“Kami telah memanggil remaja tersebut bersama orang tuanya ke balai desa. Yang bersangkutan sudah diberikan pembinaan, arahan, dan mitigasi agar perilaku tersebut tidak terulang serta tetap menjaga norma dan etika di lingkungan masyarakat,” jelasnya dikutip detik.

Hasil pendalaman sementara menunjukkan bahwa tindakan serupa diduga bukan pertama kali dilakukan oleh remaja tersebut. Berdasarkan informasi yang diperoleh petugas, perilaku itu disebut telah terjadi sebanyak dua kali.

Untuk mengetahui kondisi yang bersangkutan secara lebih menyeluruh, kepolisian berencana berkoordinasi dengan instansi terkait guna melakukan pemeriksaan kesehatan.

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu mengidentifikasi faktor yang melatarbelakangi perilaku remaja tersebut sekaligus menjadi dasar penanganan yang tepat.(*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *