Jakarta, Lini Indonesia – Polisi mengungkap penyebab bentrokan yang menewaskan satu orang di kawasan Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat. Peristiwa itu disebut bermula dari perselisihan di sebuah warung nasi uduk yang kemudian berkembang menjadi aksi saling serang antara sekelompok orang dan warga sekitar.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra menjelaskan, insiden bermula ketika sejumlah orang datang untuk membeli sarapan di sebuah gerobak nasi uduk di kawasan Jalan Matraman Dalam.
Menurut Roby, salah seorang pembeli diduga merasa tidak mendapatkan pelayanan yang memuaskan. Setelah meninggalkan lokasi, orang tersebut kembali bersama sejumlah rekannya dan melampiaskan kemarahannya dengan merusak gerobak milik pedagang nasi uduk.
“Jadi ada kelompok dari yang diserang ini datang mau beli sarapan, kemudian mungkin tidak dilayani dengan baik atau tidak berkenan, sehingga menggeber kendaraannya. Kemudian dia pergi,” ujar Roby seperti dilansir dari detik.
Ia mengatakan, pembeli tersebut kemudian kembali bersama teman-temannya dan melakukan perusakan terhadap tempat berjualan pedagang.
“Kemudian datang lagi dengan membawa teman-temannya merusak gerobak penjual nasi uduk atau sarapan tersebut,” lanjutnya.
Aksi perusakan itu memicu kemarahan warga sekitar. Mereka kemudian mendatangi lokasi tempat kelompok tersebut berkumpul sehingga bentrokan tidak dapat dihindari. Keributan pun meluas hingga ke kawasan Jalan Tambak.
“Setelah tempat penjualan dirusak, warga sekitar melakukan serangan balasan ke tempat kelompok tersebut. Dari situlah bentrokan terjadi,” kata Roby.
Sementara itu, seorang warga bernama Yafa yang mengaku menyaksikan kejadian menyampaikan versi berbeda mengenai awal perselisihan. Menurutnya, keributan dipicu oleh seorang pembeli yang diduga membawa kabur makanan tanpa membayar.
Yafa mengatakan, pembeli tersebut sempat diteriaki warga karena belum menyelesaikan pembayaran. Bukannya kembali membayar, orang itu justru pergi dan tak lama kemudian datang lagi bersama rombongannya.
“Kayak beli nasi uduk tapi nggak bayar, kabur. Terus sama anak dalem diteriakin, dia nyelonong aja,” ujar Yafa.
Hingga kini, polisi masih terus menyelidiki peristiwa bentrokan tersebut, termasuk mendalami keterangan para saksi untuk memastikan kronologi lengkap yang menyebabkan bentrokan berujung korban jiwa.(*)







