Tak Ingin Terbebani, Fajar/Fikri Pilih Nikmati Kejuaraan Dunia

Tak Ingin Terbebani, Fajar/Fikri Pilih Nikmati Kejuaraan Dunia. Foto:ist

Jakarta, Lini Indonesia – menyelesaikan setiap pertandingan terlebih dahulu sebelum memikirkan langkah berikutnya.

Sikap tersebut menjadi penting mengingat mereka datang ke Kejuaraan Dunia dengan modal yang sangat kuat. Dalam dua turnamen terakhir, pasangan peringkat dua dunia itu sukses mengangkat trofi Japan Open dan China Open secara beruntun.

Read More

Prestasi tersebut tentu membuat harapan terhadap Fajar/Fikri semakin tinggi. Namun, Fajar tidak ingin dua gelar Super 1000 itu justru berubah menjadi tekanan.

Mereka ingin menjadikannya sebagai bekal untuk meningkatkan rasa percaya diri ketika menghadapi lawan-lawan berikutnya.

“Semoga ekspektasi setelah menjuarai Jepang dan China Open itu tidak terlalu membebani buat kami. Kami mau membuatnya untuk tambahan semangat, tambahan percaya diri,” kata Fajar melalui keterangan resmi PBSI.

Prinsip tersebut sudah mereka terapkan sejak laga pembuka. Fajar/Fikri tidak hanya mengandalkan momentum dari dua gelar sebelumnya, tetapi tetap melakukan persiapan khusus sebelum menghadapi Eloi Adam/Leo Rossi.

Mereka memiliki informasi mengenai permainan pasangan Prancis tersebut dari beberapa sumber. Salah satunya adalah pertandingan Adam/Rossi ketika berhadapan dengan Sabar Karyaman Gutama/Moh. Reza Pahlevi Isfahani di Thomas Cup.

Selain itu, Adam/Rossi juga pernah menjalani latihan di Pelatnas selama dua pekan. Kondisi tersebut membuat Fajar/Fikri cukup mengenal sejumlah karakter permainan lawannya, mulai dari gerakan hingga pola penempatan bola.

Pemahaman tersebut kemudian membantu Fajar/Fikri mengantisipasi permainan Adam/Rossi yang dikenal agresif.

“Kami sudah mengetahui gerakan, penempatan bola mereka dan kebiasaan lainnya. Kami selalu mewaspadai itu semua,” ujar Fajar.

Fajar/Fikri pun berusaha mengambil kendali sejak awal pertandingan agar agresivitas lawan tidak berkembang. Hasilnya, mereka mampu melewati laga pertama tanpa kesulitan berarti.

Pertandingan yang berlangsung di New Delhi, India, Rabu (19/8/2026), itu berakhir dengan kemenangan Fajar/Fikri 21-14, 21-13. Hasil tersebut sekaligus mengantarkan mereka ke babak 16 besar.

Bagi Fikri, kemenangan tersebut menjadi awal yang baik dalam debutnya bersama Fajar di Kejuaraan Dunia. Namun, ia menyadari bahwa ajang major seperti Kejuaraan Dunia bisa menghadirkan berbagai kemungkinan.

Karena itu, Fikri tidak ingin terlalu banyak membicarakan apa yang mungkin terjadi di babak-babak selanjutnya.

“Pertama kali main di Kejuaraan Dunia sebagai pasangan, tidak ada yang diobrolkan secara lebih spesifik. Karena ini adalah major event, semua apa pun bisa terjadi. Kami mau menikmati setiap momennya,” ujar Fikri.

Pendekatan Fajar/Fikri pun cukup jelas. Mereka tidak ingin status sebagai pasangan peringkat dua dunia, dua gelar Super 1000, maupun besarnya ekspektasi publik menjadi beban.

Semua pencapaian tersebut cukup dijadikan modal untuk menambah keyakinan. Setelah satu pertandingan selesai, perhatian mereka akan dialihkan sepenuhnya kepada pertandingan berikutnya.

Dengan tiket 16 besar yang sudah berada di tangan, Fajar/Fikri kini kembali memulai dari awal. Target terdekat mereka bukan memikirkan trofi, melainkan memastikan fokus tetap terjaga untuk menghadapi laga selanjutnya.(*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *