Debut di Asian Games 2026, Alwi Farhan Siap Habis-habisan Demi Medali

Debut di Asian Games 2026, Alwi Farhan Siap Habis-habisan Demi Medali. foto: ist

Jakarta, Lini Indonesia – Ada satu panggung yang sudah lama dinanti Alwi Farhan. Untuk pertama kalinya, tunggal putra Indonesia itu akan merasakan atmosfer Asian Games ketika pesta olahraga terbesar di Asia digelar di Aichi-Nagoya, Jepang.

Kesempatan tersebut tak ingin dilewatkan begitu saja. Alwi bertekad mengerahkan seluruh kemampuan yang dimilikinya demi membawa pulang hasil terbaik dari debutnya.

Read More

Bagi pebulutangkis berusia 21 tahun itu, Asian Games memiliki arti yang jauh lebih besar dibanding turnamen bulutangkis pada umumnya. Bertanding dalam sebuah multievent dengan membawa nama Indonesia membuat setiap pertandingan terasa memiliki beban dan kebanggaan tersendiri.

Alwi menyadari tidak semua atlet memperoleh kesempatan untuk tampil di ajang sebesar Asian Games. Karena itu, ia ingin memanfaatkan waktu persiapan yang tersisa sebaik mungkin.

“Semuanya sakral bagi saya dan bagi semuanya, karena kami sangat amat berambisi untuk mencapai target,” tutur Alwi dalam keterangannya, Selasa (8/9/2026).

Ada pula keyakinan yang terus ia pegang menjelang keberangkatannya ke Aichi-Nagoya. Menurut Alwi, kesempatan menjadi juara di multievent seperti Asian Games bukan sesuatu yang datang kepada semua orang.

“Di multievent ini tidak sembarang orang yang dipilih oleh Tuhan untuk bisa menjadi seorang juara. Selagi masih ada waktu, saya berdoa dan berusaha untuk bisa mendapatkan hasil terbaik,” lanjutnya.

Persiapan pun tidak hanya dilakukan di lapangan. Berada di peringkat ke-11 dunia BWF, Alwi mengaku berusaha membenahi berbagai aspek yang dibutuhkan untuk menghadapi persaingan di Asian Games.

Mental, kondisi fisik, hingga kesiapan pikiran menjadi bagian penting dari persiapannya. Ia ingin datang ke pertandingan dalam kondisi sebaik mungkin sehingga dapat mengeluarkan permainan terbaik ketika momen penentuan tiba.

“Alhamdulillah sejauh ini persiapannya cukup bagus. Persiapan dari segi mental, fisik, dan pikiran menjadi fokus utama menjelang kejuaraan pesta olahraga Asia itu,” ucapnya.

Tantangan di nomor tunggal putra tentu tidak ringan. Persaingan akan mempertemukan para pemain terbaik Asia, sehingga peluang kejutan selalu terbuka di setiap pertandingan.

Alwi pun memilih untuk tidak terlalu memikirkan posisi lawan di atas atau di bawahnya. Baginya, kesiapan mental dan kematangan permainan bisa menjadi pembeda ketika pertandingan berlangsung.

“Di sektor ini semuanya bisa memberikan kejutan, baik yang di atas maupun di bawah. Jadi tidak menutup kemungkinan siapa pun bisa meraih gelar juara kalau dari dirinya sendiri memang siap dan matang dari segi mental,” ujarnya.

PBSI sendiri membidik medali emas dari nomor beregu putra. Sementara untuk nomor perorangan, Alwi memasang target yang lebih personal: membawa pulang medali dari debutnya di Asian Games.

Target tersebut menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi Alwi untuk terus mendorong dirinya melewati batas kemampuan.

Asian Games 2026 akan berlangsung di Aichi-Nagoya pada 19 September hingga 4 Oktober. Indonesia menurunkan total 20 wakil dari sektor putra dan putri untuk cabang olahraga bulutangkis.

Bagi Alwi, perjalanan menuju panggung Asian Games bukan sekadar tentang mencatatkan debut. Ada kesempatan untuk menguji seberapa jauh dirinya mampu bertahan di tengah tekanan, sekaligus membuktikan bahwa kerja keras selama persiapan dapat berbuah prestasi.

Kini, waktunya semakin dekat. Alwi hanya ingin datang dengan satu keyakinan: memberikan kemampuan terbaiknya dan berjuang hingga batas terakhir.(*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *