Jakarta, Lini Indonesia – Perjalanan tim nasional basket 3×3 putri Indonesia di Asian Beach Games 2026 Sanya harus terhenti lebih cepat dari harapan. Setelah sempat menorehkan catatan membanggakan di fase grup, langkah mereka dihentikan Taiwan pada babak 16 besar dalam laga yang berlangsung di Sanya Sports Centre Gymnasium, Selasa.
Diperkuat oleh pemain-pemain seperti Dewa Ayu Made Sriartha Kusuma, Diva Intan Nur, dan Angelica Jennifer Candra, Indonesia harus mengakui keunggulan lawannya dengan skor cukup telak, 10-21. Meski kalah, semangat juang para srikandi Merah Putih tetap terlihat hingga detik terakhir pertandingan.
Dalam laga tersebut, Dewa Ayu tampil sebagai penyumbang poin terbanyak bagi Indonesia dengan empat angka. Ia mendapat dukungan dari Diva Intan dan Angelica Jennifer yang masing-masing menyumbangkan tiga poin. Namun, performa solid itu belum cukup untuk membendung agresivitas Taiwan.
Di kubu lawan, Chun-Hsi Chiu menjadi bintang lapangan dengan torehan delapan poin, disusul Chen-I Li yang menambahkan enam poin. Dominasi mereka membuat Indonesia kesulitan mengembangkan permainan.
Kekalahan ini memang terasa pahit, terlebih karena Indonesia sebelumnya berhasil mencetak sejarah dengan untuk pertama kalinya menembus babak gugur Asian Beach Games. Pencapaian itu diraih setelah kemenangan penting atas Makau dengan skor 17-12, di mana Diva Intan tampil gemilang dengan sumbangan delapan poin.
Tak hanya itu, Indonesia juga sempat membuka perjalanan mereka dengan kemenangan meyakinkan atas Kyrgyzstan, 16-11. Dua kemenangan tersebut menjadi bukti perkembangan signifikan tim putri dalam kompetisi ini.
Meski langkah mereka terhenti di 16 besar, pencapaian tim putri tetap menjadi yang terbaik bagi Indonesia di cabang basket 3×3 tahun ini. Di sisi lain, tim putra harus angkat koper lebih awal setelah menelan tiga kekalahan beruntun di fase grup, masing-masing dari Mongolia, Sri Lanka, dan Malaysia.
Hasil ini menyisakan rasa kecewa, namun juga harapan. Performa tim putri menunjukkan bahwa Indonesia mulai mampu bersaing di level Asia. Dengan pengalaman berharga ini, peluang untuk bangkit dan melangkah lebih jauh di masa depan tetap terbuka lebar.(*)







