Jakarta, Lini Indonesia – Laga antara Belanda dan Jepang pada fase grup Piala Dunia 2026 disebut-sebut sebagai salah satu big match paling menarik di pekan pertama turnamen. Pertandingan yang mempertemukan dua tim unggulan Grup F ini tidak hanya menjadi ajang perebutan tiga poin, tetapi juga berpotensi menentukan peta persaingan menuju babak 32 besar.
Di atas kertas, Belanda masih lebih diunggulkan. Tim asuhan Ronald Koeman datang ke Piala Dunia dengan modal yang sangat kuat setelah menjalani kualifikasi tanpa kekalahan.
Tim Oranye berhasil mencetak 27 gol dan hanya kebobolan empat kali sepanjang babak kualifikasi Eropa, sebuah catatan yang menunjukkan keseimbangan antara lini serang dan pertahanan mereka.
Selain itu, Belanda memiliki sejumlah pemain berpengalaman yang menjadi tulang punggung tim seperti Virgil van Dijk, Frenkie de Jong, Cody Gakpo, hingga Memphis Depay. Koeman sendiri mengonfirmasi bahwa Depay berada dalam kondisi siap bermain dan menjadi salah satu andalan untuk membongkar pertahanan Jepang.
Namun, menganggap Jepang sebagai tim pelengkap jelas merupakan kesalahan besar. Dalam beberapa tahun terakhir, Samurai Biru menjelma menjadi salah satu kekuatan sepak bola Asia yang paling konsisten. Jepang menjadi negara pertama yang lolos ke Piala Dunia 2026 di luar tiga tuan rumah dan kembali datang dengan reputasi sebagai “pembunuh raksasa”.
Rekam jejak Jepang di turnamen besar juga layak diperhitungkan. Pada Piala Dunia 2022, mereka sukses mengalahkan Jerman dan Spanyol di fase grup. Tim asuhan Hajime Moriyasu dikenal memiliki organisasi permainan yang disiplin, transisi cepat, serta kemampuan mengejutkan lawan-lawan yang secara kualitas berada di atas mereka.
Faktor lain yang membuat pertandingan ini menarik adalah ketatnya persaingan di Grup F. FIFA dan sejumlah pengamat menyebut grup yang juga dihuni Swedia dan Tunisia tersebut sebagai salah satu grup paling kompetitif di Piala Dunia 2026. Karena itu, kemenangan pada laga pembuka akan sangat berharga dalam upaya mengamankan tiket ke fase gugur.
Berdasarkan data prediksi Opta, Belanda memang memiliki peluang menang lebih besar dengan probabilitas sekitar 49 persen, sedangkan Jepang berada di angka 26 persen. Meski demikian, angka tersebut menunjukkan bahwa pertandingan diperkirakan berlangsung ketat dan jauh dari kata mudah bagi tim Oranye.
Jika melihat kedalaman skuad, pengalaman pemain, serta kualitas individu di berbagai lini, Belanda masih layak dijagokan untuk meraih kemenangan. Namun Jepang memiliki kemampuan untuk membuat kejutan, terutama melalui permainan kolektif dan disiplin taktik yang selama ini menjadi ciri khas mereka.
Pertandingan diperkirakan berjalan terbuka dengan tempo tinggi. Belanda berpeluang lebih dominan dalam penguasaan bola, sementara Jepang kemungkinan mengandalkan serangan balik cepat yang bisa menjadi ancaman serius. Apapun hasil akhirnya, duel Belanda kontra Jepang layak disebut sebagai salah satu laga paling menarik pada fase grup Piala Dunia 2026.(*)







