Final Piala Dunia 2026: Akankah Lionel Messi Menutup Karier Bersama Argentina dengan Gelar Juara Dunia?

Final Piala Dunia 2026: Akankah Lionel Messi Menutup Karier Bersama Argentina dengan Gelar Juara Dunia. foto: ist

Jakarta, Lini Indonesia – Empat tahun lalu, Lionel Messi berdiri di Lusail Stadium, Qatar, mengangkat trofi Piala Dunia yang selama bertahun-tahun menjadi kepingan terakhir dalam teka-teki kariernya. Malam itu, dunia menganggap kisah sang megabintang telah mencapai akhir yang sempurna.

Namun sepak bola ternyata masih menyimpan satu bab lagi.

Read More

Di usia 39 tahun, Messi kembali membawa Argentina melangkah ke final Piala Dunia. Kali ini lawannya adalah Spanyol, tim muda yang dipenuhi talenta generasi baru seperti Lamine Yamal, Pedri, hingga Pau Cubarsí. Pertandingan ini bukan sekadar perebutan trofi, melainkan juga pertemuan dua era sepak bola.

Menariknya, perjalanan Messi menuju final kali ini berbeda dibanding empat tahun lalu. Ia bukan lagi pemain yang harus mencetak gol di setiap laga. Perannya berubah menjadi pengatur ritme dan kreator serangan.

Pada semifinal melawan Inggris, misalnya, Messi tidak mencatatkan namanya di papan skor, tetapi justru menjadi arsitek kemenangan Argentina lewat dua assist yang berujung gol Enzo Fernández dan Lautaro Martínez.

Kontribusi tersebut memperpanjang catatan luar biasanya di Piala Dunia. Messi kini telah mengoleksi 12 assist, terbanyak dalam sejarah turnamen, melengkapi 21 gol yang telah ia cetak sepanjang penampilannya di ajang empat tahunan itu.

Statistik tersebut menunjukkan bahwa meski kecepatan fisiknya tak lagi seperti satu dekade lalu, pengaruhnya terhadap permainan Argentina tetap sulit tergantikan.

Final melawan Spanyol juga menghadirkan pertanyaan yang belum memiliki jawaban pasti: apakah ini akan menjadi pertandingan terakhir Messi bersama tim nasional Argentina?

Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Messi maupun AFA mengenai masa depannya. Namun, berbagai spekulasi muncul karena faktor usia dan fakta bahwa ia telah mencapai hampir seluruh pencapaian tertinggi dalam sepak bola internasional.

Bahkan sejumlah laporan internasional menyebut final ini berpotensi menjadi penutup karier internasional sang kapten jika ia memutuskan mengakhiri perjalanannya setelah turnamen.

Jika benar demikian, maka kisah Messi akan terasa nyaris mustahil.

Ia pernah menangis setelah gagal membawa Argentina juara di final Piala Dunia 2014. Dua tahun kemudian, kekalahan beruntun di final Copa América membuatnya sempat mengumumkan pensiun dari tim nasional sebelum akhirnya membatalkan keputusan tersebut beberapa bulan kemudian.

Sejak saat itu, ia bangkit dan memimpin Argentina meraih Copa América 2021, Finalissima 2022, Piala Dunia 2022, Copa América 2024, dan kini berpeluang mempertahankan gelar dunia pada 2026.

Bila Argentina mampu mengalahkan Spanyol, Messi tak hanya akan menambah satu lagi trofi dalam lemari prestasinya. Ia juga berpotensi menutup karier internasional dengan cara yang sulit dibayangkan sebelumnya: meninggalkan panggung sebagai juara dunia dua edisi berturut-turut sekaligus memimpin Argentina mempertahankan status sebagai tim terbaik dunia.

Sebuah akhir yang, jika benar terjadi, akan dikenang sebagai salah satu penutup karier paling istimewa dalam sejarah sepak bola.(*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *