Prancis vs Inggris 4-6: Mbappe Pecahkan Rekor Piala Dunia, tapi Inggris yang Berpesta

Prancis vs Inggris 4-6: Mbappe Pecahkan Rekor Piala Dunia, tapi Inggris yang Berpesta

Jakarta, Lini Indonesia – Tidak banyak orang benar-benar menunggu pertandingan perebutan tempat ketiga Piala Dunia. Bagi sebagian besar penggemar sepak bola, turnamen seolah telah selesai ketika dua semifinal usai.

Namun, Piala Dunia 2026 menghadirkan pengecualian.

Di Hard Rock Stadium, Inggris dan Prancis memainkan laga yang berubah menjadi salah satu pertandingan paling liar dalam sejarah turnamen. Sepuluh gol tercipta. Inggris menang 6-4 dan membawa pulang medali perunggu. Tetapi ketika peluit panjang berbunyi, dunia justru membicarakan sosok yang berada di kubu yang kalah: Kylian Mbappe.

Bukayo Saka memang menjadi pahlawan Inggris lewat hattrick yang luar biasa. Jude Bellingham kembali menunjukkan kualitasnya sebagai pemimpin generasi baru The Three Lions. Thomas Tuchel pun menutup turnamen dengan catatan positif setelah membawa Inggris finis di posisi ketiga.

Namun di balik semua itu, pertandingan ini menyimpan cerita yang jauh lebih besar.

Mbappe mencetak dua gol yang membuat koleksi golnya di Piala Dunia mencapai 22. Angka itu membuatnya resmi melewati rekor Lionel Messi sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia. Sebuah pencapaian yang mungkin akan bertahan sangat lama.

Ironisnya, rekor itu lahir di malam ketika Prancis justru kalah.

Inilah uniknya sepak bola.

Seorang pemain bisa mencetak sejarah pribadi, tetapi tetap meninggalkan lapangan dengan kepala tertunduk karena timnya gagal meraih kemenangan.

Bagi Prancis, pertandingan ini juga menjadi penutup sebuah era. Didier Deschamps mengakhiri masa kepelatihannya setelah lebih dari satu dekade membangun Les Bleus menjadi kekuatan utama sepak bola dunia.

Selama kepemimpinannya, Prancis meraih gelar Piala Dunia 2018, tampil di final 2022, dan kembali menembus empat besar pada 2026. Meski akhir perjalanannya ditutup dengan kekalahan, warisannya tetap sulit ditandingi.

Sementara itu, Inggris akhirnya memperoleh sesuatu yang sudah lama mereka nantikan.

Memang bukan trofi juara dunia.

Tetapi finis di posisi ketiga menjadi pencapaian terbaik mereka sejak generasi emas 1966 menjuarai Piala Dunia. Lebih penting lagi, skuad muda Inggris memperlihatkan bahwa mereka tidak runtuh setelah gagal mencapai final. Mereka justru bangkit dengan permainan menyerang yang menghasilkan enam gol ke gawang salah satu tim terbaik dunia.

Laga ini bahkan memecahkan rekor sebagai pertandingan perebutan tempat ketiga dengan jumlah gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia. Rekor lama yang bertahan sejak 1958 akhirnya runtuh oleh duel yang penuh drama ini.

Karena itu, pertandingan Prancis melawan Inggris tidak akan dikenang hanya sebagai laga perebutan medali perunggu.

Ia akan diingat sebagai malam ketika sepak bola memperlihatkan dua wajahnya sekaligus.

Inggris pulang membawa kemenangan.

Prancis pulang membawa sejarah.

Dan Kylian Mbappe membuktikan bahwa terkadang, seorang legenda tidak selalu membutuhkan trofi untuk membuat seluruh dunia berhenti sejenak dan mengingat namanya.(*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *