Jakarta, Lini Indonesia – Tim bulu tangkis putra China kembali menunjukkan supremasinya dengan sukses mempertahankan gelar juara Thomas Cup 2026 usai menundukkan Prancis 3-1 di partai final yang berlangsung di Forum Horsens, Denmark. Kemenangan ini bukan sekadar angka, tetapi juga cerminan mental juara yang diuji hingga batas.
Meski diunggulkan, China tidak mendapatkan jalan mudah. Prancis yang tampil sebagai kuda hitam memberikan tekanan luar biasa sejak awal laga, memaksa para pemain China bekerja ekstra keras di setiap partai.
Duel pembuka langsung menghadirkan tensi tinggi. Shi Yu Qi harus berjuang selama tiga gim untuk menaklukkan Christo Popov dengan skor 21-16, 16-21, 21-17. Pertandingan panjang itu menunjukkan betapa gigihnya perlawanan Prancis, meski akhirnya China mampu unggul lebih dulu.
Semangat Prancis tak padam. Mereka membalas di partai kedua lewat performa gemilang Alex Lanier yang tampil agresif untuk mengalahkan Li Shi Feng dua gim langsung 21-13, 21-10. Kemenangan ini sempat membakar harapan Prancis untuk menciptakan kejutan besar.
Namun, China kembali menunjukkan karakter kuatnya. Pada partai ketiga, Weng Hong Yang keluar sebagai pemenang setelah melewati duel dramatis melawan Toma Junior Popov dengan skor ketat 22-20, 20-22, 21-19. Laga yang berlangsung lebih dari satu setengah jam itu menjadi titik balik yang menguras emosi kedua tim.
Saat tekanan mencapai puncaknya, China tak menyia-nyiakan kesempatan. Pasangan ganda putra He Ji Ting/Ren Xiang Yu tampil solid untuk memastikan kemenangan. Mereka menaklukkan Eloi Adam/Leo Rossi dengan skor 21-13, 21-16, sekaligus mengunci gelar bagi China.
Gelar ini menjadi yang ke-12 bagi China di ajang Piala Thomas, semakin mendekatkan mereka ke rekor milik Indonesia. Lebih dari itu, kemenangan ini juga menjadi pelipur lara setelah tim putri China gagal meraih gelar Uber Cup 2026.
Di sisi lain, Prancis memang harus menunda mimpi meraih gelar perdana. Namun, perjalanan mereka hingga final menghadirkan cerita penuh inspirasi. Dengan kekuatan di sektor tunggal yang terus berkembang, Prancis kini tak lagi bisa dipandang sebelah mata—mereka telah menjelma menjadi ancaman nyata di panggung bulu tangkis dunia.(*)







