Semarang, Lini Indonesia – Cara unik dilakukan seorang jemaah haji asal Kabupaten Semarang setelah kembali dari Tanah Suci. Pria bernama Mustofa Ismail (66) memilih berjalan kaki puluhan kilometer dari Boyolali menuju kediamannya sebagai bentuk syukur atas kesempatan yang diberikan Allah SWT untuk menunaikan ibadah haji.
“Nazar ini menjadi bentuk rasa syukur saya kepada Allah SWT atas berkah kesehatan dan kesempatan yang diberikan untuk menunaikan ibadah haji,” ujar Haji Mustofa.
Perjalanan sejauh kurang lebih 34 kilometer itu bukan dilakukan tanpa alasan. Mustofa mengaku tengah menunaikan nazar yang pernah diucapkannya sebelum berangkat ke Arab Saudi. Baginya, perjalanan tersebut menjadi bagian dari komitmen yang harus dipenuhi setelah seluruh rangkaian ibadah haji selesai dijalankan.
Nazar yang Diucapkan Sebelum Berangkat Haji
Mustofa menjelaskan bahwa keinginannya berjalan kaki merupakan bentuk rasa terima kasih atas kesehatan dan kelancaran yang diterimanya selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Selain sebagai ungkapan syukur, perjalanan panjang itu juga dimanfaatkannya untuk memperbanyak zikir dan menjaga kondisi fisik tetap bugar meski usianya telah memasuki 66 tahun.
Ia menilai aktivitas berjalan kaki memberikan kesempatan untuk lebih banyak mengingat Tuhan sekaligus melatih kebugaran tubuh setelah menempuh perjalanan panjang dari Arab Saudi ke Indonesia.
Perjalanan Viral di Media Sosial
Aksi Mustofa menarik perhatian masyarakat setelah videonya beredar di berbagai platform media sosial. Dalam rekaman yang diunggah warga, ia tampak melangkah santai menyusuri jalan di kawasan Desa Dibal, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, pada Kamis (11/6/2026).
Penampilannya yang sederhana serta tekadnya untuk menempuh perjalanan jauh dengan berjalan kaki membuat banyak orang penasaran dan memberikan beragam respons positif.
Berbeda dengan mayoritas jemaah haji yang biasanya langsung menggunakan kendaraan menuju rumah, Mustofa memilih menempuh sebagian perjalanan pulang dengan kekuatan kakinya sendiri.
Didampingi Keluarga Selama Perjalanan
Meski berjalan kaki dalam jarak yang cukup jauh, Mustofa tidak dibiarkan bepergian seorang diri. Anggota keluarganya turut memberikan pendampingan guna memastikan perjalanan berlangsung aman dan lancar.
Salah satu saudaranya berjalan bersamanya sepanjang perjalanan. Sementara itu, putranya, Achmad Mustofa, melakukan pengawalan menggunakan sepeda motor.
Achmad mengatakan dirinya terus memantau kondisi sang ayah dengan bergerak di depan maupun belakang selama perjalanan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi bahaya di jalan serta memastikan ayahnya tetap dalam kondisi baik hingga tiba di rumah.
Gemar Berjalan Kaki Sejak Lama
Menurut keluarga, kebiasaan berjalan kaki memang sudah lama dilakukan Mustofa. Bahkan sebelum berangkat ke Tanah Suci, ia juga memilih berjalan kaki dari rumah menuju Kantor Kecamatan Suruh saat hendak berangkat ke Asrama Haji Donohudan.
Selama perjalanan pulang kali ini, Mustofa juga tetap mengenakan caping khas bertuliskan doa beraksara Arab yang sebelumnya menemaninya sejak keberangkatan hingga kepulangan dari ibadah haji.
Menginspirasi Banyak Orang
Kisah Mustofa mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Banyak warganet menilai tindakannya mencerminkan kesungguhan dalam menepati janji, rasa syukur yang mendalam, serta semangat untuk tetap aktif di usia lanjut.
Tidak sedikit pula yang menjadikan perjalanan tersebut sebagai inspirasi tentang pentingnya menjaga kesehatan dan konsisten menjalankan komitmen yang telah diucapkan.(*)







