Ngeri! Korban Gempa Kembar Venezuela Diprediksi Bisa Tembus 100 Ribu Jiwa

Ngeri! Korban Gempa Kembar Venezuela Diprediksi Bisa Tembus 100 Ribu Jiwa. foto: ist

Jakarta, Lini Indonesia – Jumlah korban jiwa akibat gempa kembar yang mengguncang Venezuela berpotensi melonjak hingga mencapai 100.000 orang. Prediksi tersebut disampaikan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) berdasarkan analisis awal terhadap tingkat kerentanan bangunan di wilayah yang terdampak bencana.

“Korban jiwa yang tinggi dan kerusakan yang luas kemungkinan besar terjadi,” tulis USGS dalam pernyataannya.

Meski data resmi terbaru dari pemerintah Venezuela menyebutkan 32 orang meninggal dunia dan sekitar 700 lainnya mengalami luka-luka, USGS memperingatkan bahwa angka tersebut kemungkinan masih jauh dari kondisi sebenarnya. Proses pencarian korban dan pendataan kerusakan masih terus berlangsung di berbagai wilayah.

Dalam penilaian dampak yang dirilis USGS, terdapat peluang sebesar 42 persen bahwa jumlah korban tewas dapat berada pada kisaran 10.000 hingga 100.000 orang. Sementara itu, kemungkinan korban meninggal mencapai antara 1.000 hingga 10.000 orang diperkirakan sebesar 33 persen.

Lembaga tersebut menjelaskan bahwa tingginya potensi korban berkaitan dengan kondisi bangunan di area terdampak. Banyak rumah dan gedung di wilayah tersebut dibangun menggunakan batu bata tanpa penguatan struktur serta material adobe yang dikenal rentan runtuh saat diguncang gempa berkekuatan besar.

USGS menilai kerusakan luas dan tingginya jumlah korban sangat mungkin terjadi mengingat sebagian besar penduduk tinggal di bangunan yang memiliki tingkat ketahanan rendah terhadap aktivitas seismik. Karena itu, dampak bencana diperkirakan dapat meluas seiring masuknya laporan dari daerah-daerah yang sulit dijangkau.

Gempa kembar tersebut terjadi pada Rabu (24/6/2026) sore waktu setempat. USGS mencatat gempa pertama berkekuatan Magnitudo 7,2, disusul gempa kedua berkekuatan Magnitudo 7,5 hanya 39 detik kemudian. Kedua gempa berpusat di wilayah negara bagian Yaracuy, sekitar 160 kilometer sebelah barat Caracas.

Sejumlah kawasan di ibu kota Caracas dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah, termasuk Altamira dan El Paraiso. Dampak gempa juga dirasakan di La Guaira serta beberapa wilayah lain di Venezuela bagian tengah.

Kekhawatiran terhadap tingginya jumlah korban turut diperkuat oleh penilaian para ahli konstruksi. Insinyur struktur Kenneth O’Dell dari MHP Structural Engineers mengatakan banyak bangunan di Venezuela merupakan bangunan lama yang dibangun dengan standar konstruksi terdahulu.

Menurutnya, sebagian besar bangunan tersebut kemungkinan didirikan sebelum awal 1970-an sehingga lebih rentan mengalami keruntuhan saat terjadi gempa kuat.

Meski estimasi USGS menunjukkan potensi korban yang sangat besar, angka tersebut bukanlah jumlah korban yang telah terkonfirmasi. Proyeksi itu dibuat sebagai dasar perencanaan tanggap darurat dan bantuan kemanusiaan, sementara jumlah korban sebenarnya masih menunggu hasil pendataan resmi dari otoritas Venezuela.(*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *