Jonatan Christie Tersingkir di Babak Pertama Japan Open 2026, Akui Kesulitan Beradaptasi

Jonatan Christie Tersingkir di Babak Pertama Japan Open 2026, Akui Kesulitan Beradaptasi. foto: ist

Jakarta, Lini Indonesia – Langkah pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, harus terhenti lebih cepat di Japan Open 2026. Bertanding pada babak pertama di Tokyo, Selasa (14/7/2026), Jonatan takluk dari wakil Thailand, Panitchaphon Teeraratsaku, dalam dua gim dengan skor 16-21 dan 14-21.

Sebenarnya Jonatan mengawali pertandingan dengan cukup meyakinkan. Ia sempat unggul 5-0 pada awal gim pertama. Namun, keunggulan tersebut gagal dipertahankan setelah Panitchaphon perlahan menemukan ritme permainan hingga membalikkan keadaan dan merebut gim pembuka.

Read More

Memasuki gim kedua, situasi belum berpihak kepada Jonatan. Pebulu tangkis yang akrab disapa Jojo itu terus berada dalam posisi tertinggal dan kesulitan mengejar perolehan angka lawannya hingga akhirnya harus mengakui keunggulan Panitchaphon.

Seusai pertandingan, Jonatan mengungkapkan salah satu penyebab kekalahannya adalah perubahan karakter shuttlecock dibandingkan saat sesi latihan sehari sebelumnya. Menurutnya, laju shuttlecock pada pertandingan berlangsung jauh lebih cepat sehingga memengaruhi strategi yang telah dipersiapkan.

“Kondisi shuttlecock hari ini berbeda dibanding saat tes lapangan kemarin. Lajunya lebih cepat, jadi saya harus mengubah pola permainan. Sayangnya, saya belum bisa beradaptasi dengan perubahan itu,” ujar Jonatan dalam keterangan resmi PBSI.

Ia mengakui proses adaptasi yang terlambat membuat permainannya tidak berkembang, terutama pada gim kedua. Meski sempat meraih beberapa poin secara beruntun, selisih angka yang sudah cukup jauh membuat upayanya mengejar lawan menjadi semakin sulit.

Selain faktor kondisi shuttlecock, Jonatan juga menilai Panitchaphon tampil lebih agresif sepanjang pertandingan. Menurutnya, gaya bermain lawannya sebenarnya tidak jauh berbeda dengan saat keduanya bertemu di Indonesia Open, tetapi kondisi lapangan di Jepang membuat wakil Thailand itu mampu memaksimalkan karakter permainan menyerangnya.

“Saya sempat mendapatkan beberapa poin berturut-turut, tetapi jaraknya sudah terlalu jauh. Hari ini Panitchaphon juga bermain lebih agresif. Karakter permainannya memang mirip seperti saat kami bertemu di Indonesia Open, tetapi kondisi shuttlecock kali ini membuat dia lebih nyaman memainkan permainan menyerang,” kata Jonatan.

Hasil tersebut sekaligus membuat rekor pertemuan Jonatan Christie dan Panitchaphon Teeraratsaku menjadi imbang 1-1. Sebelumnya, Jonatan berhasil mengalahkan pebulu tangkis Thailand itu di Indonesia Open dengan skor 16-21, 21-10, dan 21-12.(*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *