Kisah Tragis Influencer Mukbang Yingying, Video Terakhirnya Ungkap Sisi Gelap Dunia Mukbang

Kisah Tragis Influencer Mukbang Yingying, Video Terakhirnya Ungkap Sisi Gelap Dunia Mukbang. foto: ist

Jakarta, Lini Indonesia – Aktivitas makan dalam jumlah ekstrem yang selama ini menjadi bagian dari konten Yingying berakhir dengan kabar duka. Influencer mukbang asal China tersebut meninggal dunia pada usia 24 tahun setelah mengalami henti jantung.

Kabar tersebut disampaikan keluarga Yingying melalui media sosial. Dalam unggahan yang dibuat pada Jumat, keluarga mengungkapkan bahwa Yingying telah meninggal pada 17 Agustus. Sosok yang dikenal luas lewat siaran mukbang itu diketahui memiliki lebih dari satu juta pengikut.

Yang membuat kisah ini kembali menjadi sorotan adalah kondisi kesehatan Yingying yang sempat ia ceritakan sendiri beberapa hari sebelum meninggal.

Pada 14 Agustus, Yingying mengunggah video yang kemudian menjadi rekaman terakhirnya. Saat itu, ia membahas masalah kesehatan yang dialaminya selama menjalani aktivitas sebagai kreator konten mukbang.

Ia mengaku pernah mengalami penurunan kadar kalium dalam darah hingga berada di angka 2,3, kondisi yang membuatnya harus menjalani perawatan di rumah sakit. Menurut pengakuannya, kejadian tersebut juga bukan pengalaman pertama.

Dalam video itu, Yingying turut membuka cerita mengenai kebiasaannya setelah mengonsumsi makanan dalam jumlah besar. Ia mengaku sudah lama melakukan muntah secara paksa setelah makan.

Kebiasaan tersebut disebutnya berkaitan dengan pekerjaannya. Sebagai influencer mukbang, ia dituntut menyantap makanan dalam jumlah banyak ketika berada di depan kamera, sementara pada saat yang sama ia tetap berusaha mempertahankan bentuk tubuhnya.

Skala makanan yang dikonsumsi Yingying dalam siaran langsung juga pernah terbilang ekstrem. Ia mengaku pernah menghabiskan sekitar 60 sampai 70 telur pitan dalam satu sesi live.

Di tengah persoalan kesehatan yang dialaminya, Yingying sempat menyampaikan pesan kepada para pengikutnya agar tidak mengabaikan kondisi tubuh demi pekerjaan.

“Meski menghasilkan uang itu penting, kesehatan harus selalu menjadi yang utama,” kata Yingying dalam video terakhirnya, seperti diberitakan China News Service.

Tiga hari setelah video tersebut diunggah, Yingying meninggal dunia. Ia dilaporkan mengalami henti jantung, dengan kondisi kadar kalium yang sangat rendah disebut berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Mengapa Kalium Rendah Bisa Berbahaya?

Kasus ini kemudian mendapat perhatian karena adanya riwayat kadar kalium Yingying yang sangat rendah. Dokter dari Departemen Kedokteran Umum Zhejiang Hospital, Chai Qichen, menjelaskan bahwa makan dalam porsi besar bukan berarti secara langsung menyebabkan seseorang mengalami kekurangan kalium parah.

Menurut Chai, persoalan dapat muncul ketika seseorang berulang kali berusaha mengeluarkan makanan yang sudah dikonsumsi, baik melalui muntah paksa maupun penggunaan obat pencahar.

“Untuk mempertahankan bentuk tubuh sambil tetap makan dalam jumlah besar, sebagian mukbanger makan di depan kamera kemudian memaksakan diri muntah setelah siaran,” jelas Chai, dikutip dari China News Service.

Muntah dan diare yang berlangsung berulang dapat membuat tubuh kehilangan elektrolit, termasuk kalium. Jika kehilangan tersebut terjadi terus-menerus dan tidak diimbangi dengan penggantian yang cukup, kadar kalium dalam darah dapat turun ke tingkat yang berbahaya.

Kalium memiliki peranan penting dalam kerja otot dan sistem kelistrikan jantung. Karena itu, kekurangan kalium yang berat dapat menyebabkan gangguan fungsi otot hingga masalah pada irama jantung.

Kisah Yingying pun kembali memperlihatkan sisi lain dari industri mukbang. Di balik tontonan makan dalam jumlah besar yang terlihat menghibur bagi penonton, terdapat risiko kesehatan ketika pola tersebut dilakukan secara ekstrem dan berulang.

Kasus serupa juga pernah menjadi perhatian di kalangan kreator mukbang lainnya, sehingga kembali muncul pertanyaan mengenai dampak jangka panjang dari tuntutan membuat konten makan dalam jumlah besar.(*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *