Ini Jam Operasional Rumah Makan di Jakarta Selama Ramadan

Pemprov DKI menetapkan jam operasional rumah makan. foto: istimewa

Jakarta, liniindonesia.com – Pemprov DKI Jakarta terus berupaya menekan penyebaran COVID-19 di berbagai sektor, termasuk sektor pariwisata. Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi DKI Jakarta menetapkan sejumlah aturan dan jam operasional bagi kegiatan usaha rumah makan/restoran, baik yang berdiri sendiri maupun yang menjadi fasilitas usaha hotel, selama bulan Ramadan. Hal ini tertuang dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) Provinsi DKI Jakarta Nomor 434 Tahun 2021 dan Surat Keputusan (SK) Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta Nomor 313 Tahun 2021.

Plt. Kepala Disparekraf Provinsi DKI Jakarta, Gumilar Ekalaya, menyampaikan, keputusan ini dikeluarkan untuk mendukung aktivitas masyarakat pada bulan suci Ramadan 1442 Hijriah dan tetap menggerakkan perekonomian kendati dilakukan dengan berbagai pembatasan.

Bacaan Lainnya

Ia menerangkan, kegiatan usaha rumah makan/restoran yang berdiri sendiri dan menjadi fasilitas usaha hotel dapat beroperasi dengan mengedepankan penerapan protokol kesehatan yang ketat, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Antara lain, melaksanakan 3M serta mengatur jarak antarkursi minimal satu meter, pembatasan kapasitas hanya 50 persen maksimal pengunjung, serta tidak diperbolehkan menampilkan pertunjukan musik hidup dan disk jockey (DJ). Selain itu, bar atau rumah minum yang berdiri sendiri dan yang terdapat pada usaha restoran atau rumah makan, wajib ditutup,” pungkasnya.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *